Anggaran Penanggulangan Penyakit Kusta Minim

  • Whatsapp
Ismail Bey, Kadinkes Pamekasan

Kabarmadura.id – Jumlah penderita pasien penyakit kusta atau lepra di Pamekasan cukup tinggi. Mayoritas puskesmas di 13 kecamatan menangani pasien yang mengidapnya. Tercatat hingga 2018 ada sebanyak 272 orang penderita.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan, dari 20 puskesmas yang tersebar hanya lima puskesmas yang bebas dari pelayanan penyakit kusta. Sedangkan sisanya, 15 puskesmas menangani penyakit kusta yang diderita masyarakat.

Kepala Dinkes Pamekasan Ismail Bey, mengaku eleminasi terhadap jumlah penderita penyakit dengan nama lain morbus hansen itu, belum optimal. Bey berdalih karena minimnya anggaran untuk kegiatan penanggulangan.

Bahkan, dia juga mengungkapkan kasus penyakit kusta di daerah masih berada di urutan ketiga se-Madura. Meski terbilang berada di posisi rendah, penanggulangan untuk penyakit itu tetap harus dilakukan dengan maksimal.

“Kami sudah maksimal dalam mencegah timbulnya dan berkembangnya penyakit kusta. Bahkan, kami menerjunkan petugas kesehatan ke sejumlah kawasan yang selama ini menjadi tempat rawan penyakit kusta,” ujarnya, Senin (1/10).

Selain memberikan pemahaman, petugas juga mencari warga yang terkena penyakit kusta untuk disembuhkan. Pihaknya akan menerapkan kegiatan inovasi berupa kegiatan Pamekasan eleminasi kusta (Pelita).

Hal itu diyakini mampu mempercepat eleminasi kusta. Bahkan sudah memetakan daerah rawan penyebaran penyakit kusta. Namun, pihaknya belum bisa maksimal dalam menjalan program eleminasi penyakit kusta tersebut, lantaran keterbatasan anggaran.

Dia memaparkan, pada tahun 2018 Dinkes hanya memiliki anggaran sekitar Rp100 juta untuk merealisasikan program eleminsasi kusta di 13 kecamatan yang ada.

Padahal, program eleminasi kusta merupakan program nasional yang dititipkan oleh Pemprov Jatim kepada Bupati Pamekasan, agar maksimal dalam merealisasikan program eleminasi kusta itu.

“2018 ada dianggaran PAK, jumlahnya sedikit sekitar Rp100 juta saja,” paparnya.

Sebelumnya, Gubernur Pemprov Jatim, Soekarwo mengingatkan, agar  bupati dan wakil bupati Pamekasan untuk segera fokus menjalankan beberapa program wajib di sektot kesehatan sebagai program prioritas.

Pasalnya, dalam catatan Pemprov Jatim pada 2017 lalu, Pamekasan masih memiliki 272 kasus penyakit kusta. Pihaknya menekan agar sektor kesehatan harus benar-benar mendapat perhatian serius. Sebab memiliki hubungan langsung dengan peningkatan kualitas SDM.

“Saya cuma pesan, urusan kesehatan harus didahulukan dari sektor lain,” ucapnya. (pin/ito/nam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *