Anggaran Pengadaan Buku di Sampang Terganjal  Refocusing

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) TIDAK OPTIMAL: Minat baca siswa di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Sampang cukup tinggi. 

KABARMADURA.ID, SAMPANG – Selama beberapa tahun terakhir, anggaran pengadaan buku di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Sampang, cukup minim. Bahkan tahun ini, alokasi anggaran yang sedikit masih terancam dikepras akibat adanya refocusing.

Data yang dihimpun Kabar Madura, tahun ini anggaran pengadaan buku sebesar Rp170 juta. Hanya saja, dana  tersebut tidak akan  terpakai penuh. Sebab, disinyalir masuk daftar refocusing. Sehingga dikhawatirkan, anggaran pengadaan buku tidak bisa memenuhi kebutuhan.

Bacaan Lainnya

Kasi Layanan Perpustakaan Disarpus Sampang Holil mengaku tidak bisa berbuat banyak. Sebab, selama beberapa tahun terakhir tidak ada anggaran yang cukup untuk memenuhi ketersediaan buku yang berkuantitas. “Anggaran pengadaan buku cukup dibatasi,” dalihnya, Senin (17/5/2021).

Menurutnya, anggaran Rp170 juta sebenarnya tidak mencukupi untuk pengadaan buku. Sebab, dana masih dipangkas dan dikurangi lebih 50 persen. Sehingga, dipastikan tidak ada buku yang bagus bisa terbeli. “Padahal harapan kami, anggaran pengadaan buku tidak diotak-atik,” ucapnya.

Dia mengungkapkan, tahun ini setidaknya harus ada pengadaan 1.000 buku. Sehingga menutupi kekurangan kuantitas buku selama ini. Namun, pihak perpusda kebingungan lantaran anggaran belum jelas. “Semestinya, tahun ini dibutuhkan sebanyak 1.000. Perbelanjaan dibagi dua tahap. Setiap tahap dibeli sebanyak 500 buku,” ujarnya.

Dia berharap, pengadaan buku tidak dipotong lantaran refocusing, mengingat pentingnya pengadaan buku di Sampang. Sehingga, akan lebih maksimal dalam proses pengadaan buku. “Jika memang harus terkena refocusing, kami akan memaksimalkan dana yang ada dan untuk pembelanjaan buku ini dua kali dalam satu tahun,” jelasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Sampang Moh. Iqbal Fathoni menyarankan agar pemerintah lebih jeli melihat kebutuhan pengadaan buku. Sebab cukup penting, berkaitan dengan anak didik sebagai generasi penerus. “Kami pun berharap khusus pengadaan buku tidak masuk daftar refocusing,” sacrannya. (man/ito)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *