oleh

Anggaran Pengadaan Damkar Satpol PP Bangkalan Dipangkas

KABARMADURA.ID, BANGKALAN – Sebelum adanya wabah Covid-19, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bangkalan sempat mengajukan pengadaan kendaraan pemadam kebakaran (damkar). Karena keterbatasan anggaran akibat refocusing, akhirnya pengadaan itu terpaksa ditunda sampai tahun 2020. Saat ini mobil damkar hanya 2 unit. Sehingga tidak jatah ketika kejadian kebakaran besar damkar tidak mampu memadamkan api.

Kepala Satpol PP Irman Gunaidi menuturkan, jika memang pihaknya tidak bisa melakukan pengadaan damkar tahun ini, dia meminta, ada kenaikan pemeliharan.

“Kami patuh saja, kami juga tidak memaksakan nanti pada anggaran tahun 2021,” katanya.

Untuk damkar sebenarnya kebutuhan anggaran bisa mencapai Rp6 miliar. Kebutuhan dana sebesar itu untuk pembelian mobil yang lebih besar dengan kapasitas air yang juga lebih banyak. Sebab, dua unit damkar milik Satpol PP hanya mampu diisi 3500 liter air.

“Kalau yang harga segitu bisa mencapai 5000 liter. Dulu kami mengusulkan itu, karena anggaran banyak dipangkas akhirnya kami bisa mengusulkan yang kecil saja,” ungkapnya.

Katanya, jika bisa membeli mobil damkar yang lebih besar ini bisa menjangkau ke daerah-daerah pelosok atau api yang lebih besar juga. Besaran air yang keluar dari damkar, kata lelaki yang kerap disapa Gun tersebut bisa mencapai 50 meter. Sayangnya, Satpol PP hanya diberikan anggaran Rp1,8 miliar. Sehingga, pada tahun 2022 nanti hanya mampu membeli damkar yang kecil.

“Kami hanya diberikan  Rp1,8 miliar, hanya mampu membeli damkar yang 3500 liter air,” tuturnya.

Terpisah, Anggota Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan Ahmad Syafik mengaku, bahwa pengadaan mobil damkar pada Satpol PP hanya Rp1,8 miliar, itu pun masih belum final.

“Intinya pembahasan belum final karena kapala Sarpol PP belum bisa menjelaskan secara rinci atau detail anggaran. Karena kemarin hanya datang sendirian,” tukasnya.

Sementara itu, kondisi 2 unit mobil damkar sendiri berdasarkan keterangan anggota damkar Shodik Johan Wahyudi menyampaikan, mobil damkar yang layak pakai hanya satu, yakni mitshubisi fuso tahun 2010. Untuk yang satunya lagi yaitu toyota dyna tahun 1995 sudah tidak layak pakai. Namun, pihaknya berjanji akan mengusahakan tetap sigap untuk melayani masyarakat. (ina/mam)

Komentar

News Feed