oleh

Anggaran Penghijauan TPA di Sumenep Tembus Rp177 Juta

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Upaya pembenahan sampah di Kabupaten Sumenep mulai terabaikan. Kondisi itu diketahui setelah, keberadaan tempat pembuangan sampah (TPA) tidak optimal. Sehingga, beralih pada program lainnya, seperti penunjang sarana.  Hal ini diakui Pelaksana  tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep Ernawan Utomo, Senin (3/5/2021).

Menurutnya, penunjang sarana yang dimaksud berupa penanaman pohon di sekitar TPA. Bahkan, tahun ini dana untuk penghijauan di sekitar TPA sudah dianggarkan sebesar Rp177 juta. “Untuk TPA tahun ini, kami fokus pada penghijauan saja, untuk sementara belum ada program lain,” ujarnya.

Pihaknya mengatakan, persoalan sampah tidak akan kunjung selesai jika kesadaran masyarakat masih sangat minim. Terbukti, pada tahun 2018 keberadaan sampah per hari mencapai 20 hingga 21 ton sampah yang dibuang tanpa difasilitasi daur ulang. Sedangkan, tahun 2019 terus meningkat dan di tahun 2020 bertambah menjadi 23 sampai 26 ton sampah yang diproduksi setiap harinya.

Dia menyadari, dengan sampah yang terus berserakan, pada akhirnya TPA tidak akan muat untuk menampung sampah masyarakat.  Sebab, volume sampah kian meningkat. Bahkan, optimalisasi TPA hingga saat ini belum menerima perhatian serius. Sedangkan keberadaan produksi atau daur ulang sampah tidak kalah penting sebagai pendongkrak perekonomian masyarakat.

“Itu teknisnya untuk pengadaan pohon masih belum, artinya masih belum beli, kami tinggal sistem menunjuk saja, gampang kalau itu,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi lll DPRD Sumenep menyayangkan kreativitas kerja DLH yang hanya mengandalkan pembangunan. Padahal, diketahui pada masa wabah Covid-19 banyak anggaran yang dipangkas. Seharusnya, DLH berinisiatif memilah sampah langsung menghantarkan ke lokasi daur ulang.

“Mestinya mencoba menjalin komunikasi dengan para penggiat daur ulang.  Di Sumenep banyak, tinggal berkoordinasi, jangan hitung untung ruginya, terpenting banyak masyarakat yang dilibatkan,” saran politisi dari Partai Hanura. (ara/ito)

Komentar

News Feed