oleh

Anggaran Peningkatan Infrastruktur Rp57 M, Peningkatan Jalan Poros Desa Terabaikan

Kabarmadura.id/Sampang-Anggaran pengingkatan pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Sampang, tahun 2020 tembus Rp57 miliar. Kendati anggaran peningkatan infrastruktur itu cukup besar, namun hal itu tidak lantas menjamin peningkatan infrastruktur jalan merata.

Pantauan Kabar Madura, kondisi tersebut dapat dilihat dari poros jalan kabupaten yang berada di Desa Batoporo Timur, Kecamatan Kedungdung. Saat ini, kondisi jalan di desa itu sangat memprihatinkan, bahkan warga menilai kondisi jalan mirip kawasan persawahan, akibat rusak parah.

Kepala Desa Batoporo Timur Muaffan mengatakan, perbaikan jalan poros itu bukan tanggung jawab pemerintah desa, karena jalan tersebut merupakan jalan kabupaten. Sehingga pihaknya tidak mempermasalahkan warga yang kecewa dengan menanami pohon di tengah jalan tersebut, lantaran selama ini memang tidak ada perbaikan.

Pihaknya mengaku, setiap tahun sudah mengajukan upaya perbaikan jalan tersebut, baik  melalui musyawarah rencana pembangunan desa (musrenbangdes) hingga musrenbang kecamatan. Namun hingga kini, permohonan itu tidak kunjung dipenuhi oleh PUPR.

“Kami dan sudah diajukan melalui musrenbang, tetapi nihil, makanya kami tidak mempermasalahkan meski ditanami pohon pisang sama warga, toh kenyataannya memang rusak parah,” ucap Muaffan, Kamis (9/1/2020).

Senada dengan hal itu, Anggota DPRD Sampang Alan Kaisan mengaku sangat prihatin atas kondisi jalan yang berada di daerah pemilihannya itu. Oleh karena itu, dirinya mendesak agar dinas terkait memperhatikan kondisi jalan di wilayahnya itu.

Politisi Partai Gerindra itu membeberkan, berdasarkan pengakuan warga, jalan poros yang terletak di Dusun Kolla, Desa Batuporo Timur itu, sejatinya sudah bertahun-tahun tidak pernah tersentuh perbaikan. Padahal jalan poros tersebut, merupakan jalan utama penghubung antar desa.

Bahkan menurutnya, jalan yang rusak parah itu merupakan akses utama masyarakat untuk pergi ke kecamatan, pasar, sekolah, dan tempat lainnya. Pihaknya meminta, agar perbaikan jalan tidak hanya fokus di kawasan perkotaan, warga di pelosok pedesaan juga berhak menikmati peningkatan infrastruktur jalan yang bagus dan layak.

“Harusnya pemerintah hadir di tengah-tengah masyarakat dan bergerak cepat untuk memperbaiki kondisi jalan yang rusak parah ini, sehingga  warga tidak kesulitan, serta roda perekonomian semakin lancar,” terangnya.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Sampang Hasan Mustofa mengaku, pihaknya sudah meninjau dan melakukan survei ke lapangan untuk diinventarisir. Meski demikian, pihaknya tidak bisa memberikan kepastian perbaikan jalan tersebut akan dilaksanakan tahun ini.

“Sudah kita cek langsung ke lapangan, jalan di desa Batoporo Timur ini bukan masuk program prioritas, nanti kita komunikasi dengan TAPD, kalau mendesak bisa melalui PAK atau meminta bantuan pusat,” kelit Hasan.

Berdasarkan data yang dihimpun Kabar Madura, pagu anggaran program peningkatan jalan kabupaten tahun 2020 mencapai Rp57 miliar lebih. Rinciannya, Dana Alokasi Khusus (DAK) reguler Rp17 miliar, DAK afirmasi Rp4 miliar dan Dana Alokasi Umum (DAU) Rp26 Miliar.

Kemudian, Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau DBHCHT Rp5,7 miliar, yakni untuk perbaikan jalan Kedungdung-Bringkoning. Sayang jalan poros desa Batoporo Timur itu tidak tercover. (sub/pin)

 

Komentar

News Feed