Anggaran Perawatan Arsip di Bangkalan Minim

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) MENGAMATI: Salah satu pegawai menunjukkan berkas arsip di depo arsip Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispsip) Bangkalan.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN – Anggaran perawatan kearsipan di Bangkalan hanya disediakan Rp10 juta setahun. Padahal, arsip yang mulai digunakan sejak tahun 2011 tersebut, menyimpan banyak berkas berharga. Seperti, berkas administrasi dan juga berkas sejarah perjalanan masyarakat. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispsip) Bangkalan Muhammad Musleh, Kamis (12/8/2021).

Menurutnya, berkas administrasi yang disimpan di Gedung depo arsip memang merupakan arsip berharga. Bahkan, keutuhannya perlu dijaga. Apalagi, gedung arsip mulai digunakan sejak tahun 2011 dan menyimpan berkas bersejarah yang tertua. Seperti, berkas di tahun 1855 dengan judul STAABLAD Van NEDERLANDSCH Vor Het Jaar 1885.

“Disini memang banyak arsip penting, bisa dibilang  arsip pilihan. Berkas tertua itu, masih disimpan dan terus dijaga agar tidak rusak. Sumber anggaran perawatannya dari APBD yakni fumigasi,” ujarnya.

Namun, setiap tahun anggaran perawatan masih minim. Seharusnya, untuk perawatan arsip yang menggunakan sistem fumigasi bisa dilakukan secara rutin setiap bulan. Tujuannya, agar arsip tidak digerogoti kutu atau sejenisnya. “Anggaran itu hanya cukup untuk penyemprotan fumigasi saja,” keluhnya.

Dia menuturkan, anggaran yang disediakan juga terbatas. Meski menginginkan ada penanganan khusus pada ribuan arsip yang tersimpan. Tetapi di masa pandemi, anggaran juga digunakan untuk menangani permasalahan Covid-19. Sehingga, masih menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran. “Tapi kami upayakan semaksimal mungkin,” tuturnya.

Sementara itu, salah satu pegiat sejarah di Bangkalan R Muhammad bin Rahmad mengaku, banyak arsip berharga yang masih belum ada dan dirawat oleh pemerintah daerah. Bahkan, banyak yang rusak akibat minimnya pendataan ulang dan juga penelusuran.

“Arsip ini kan juga barang berharga, sama dengan benda sejarah. Hanya saja, bentuknya tertuang dalam berkas dan tulisan,” terangnya.

Sehingga, jika memang pemerintah memiliki keinginan untuk melindungi arsip, harus memaksimalkan perawatan. “Kalau mau serius saya, kira daerah kami juga kaya akan sejarah dan budaya, serta arsip berharga. Jadi, harus dirawat dengan baik. Karena, barang tersebut sangat berharga,” sarannya. (hel/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *