Anggaran Perawatan Sarpras Dipangkas, DLH Sumenep Pasrah

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH RAZIN) PERAWATAN: Minim anggaran sehingga hanya Taman Bunga yang diprioritaskan untuk perawatan.

KABARMADURA.ID, SUMENEP – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep diminta meminimalisir anggaran perawatan sarana dan prasarana (Sarpras). Sebab, tahun ini dinas yang membidangi kebersihan itu harus menelan pahit ketika anggaran perawatan sarpas dipotong 50 persen.

Kepala Bidang (Kabid) Tata Lingkungan Zaenal Arifin DLH Sumenep mengakui adanya keterbatasan anggaran perawatan sarpan. Kondisi itu membuat dinasnya harus meminimalisir anggaran serta hanya memfokuskan perawatan di area perkotaan.

Bacaan Lainnya

“Sarpras membutuhkan perawatan setiap hari, sehingga hanya difokuskan di Taman Bunga (TB) saja,” jelasnya.

Dikatakannya, pagu anggaran yang dikucurkan di tahun 2019 untuk perawatan sarpras termasuk di dalamnya adalah ruang terbuka hijau (RTH) sebesar Rp800 juta. Anggaran tersebut bukan malah bertambah, tetapi kian merosot. RTH tersebut di antaranya perbatasan, taman di Desa Bangkal, dan di Perbatasan Pasongsongan.

“Tahun ini menjadi 500 jutaan, dan masih dibagi dua, atau dipotong 50 persen, kalau cuman dikhususkan untuk perawatan RTH itu pasti enak, tetapi kan tidak hanya itu, banyak kegiatan lainnya,” katanya.

Zaenal (sapaan akrabnya) menambahkan, termasuk yang dibebankan kepadanya,  anggaran tersebut salah satunya diperuntukkan honorarium satuan petugas (satgas) di setiap bulannya. Karena pengerjaan perawatan secara rutin dilakukan setiap hari.

Termasuk juga perawatan armada, lanjut dia, dengan usianya yang terbilang tua, banyak yang harus dikucurkan, dan yang paling menguras anggaran tersebut adalah perawatan pohon-pohon yang berada di sepanjang jalan perkotaan.

“Seperti mobil karena kondisinya sudah tua, ban, dan sebagainya itu juga diambilkan dari anggaran tersebut, cat pohon, pembelian lampu yang warna warni, kabel, kebutuhan RTH juga, dari perbatasan Pamekasan itu yang akan kami rawat,” imbuhnya.

Kendati demikian, pihaknya tetap berharap agar nantinya ada tambahan anggaran meskipun tidak bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). (ara/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *