oleh

Anggaran Perluasan Lahan Bandara Trunojoyo Sumenep Dipangkas

Kabarmadura.id/Sumenep-Perluasan lahan bandara mengalami pemangkasan anggaran. Alasan pemangkasan tersebut, untuk pembangunan infrastruktur lain, selah satunya pembangunan dermaga pelabuhan di wilayah kepulauan Sumenep dan lainnya.

Anggaran yang semula Rp29.8 miliar, dipangkas Rp5 miliar. Sehingga, saat ini sisa anggarannya menjadi Rp24 miliar. Diketahui, pemangkasan dilakukan pada sidang paripurna APBD 2020 dan disahkan dalam Rapat Paripurna DPRD Sumenep pada Rabu (27/11/2019)

Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana Dinas perhubungan Sumenep Dadang Dedi Iskandar menyampaikan, anggaran yang dipangkas adalah pengadaan lahan untuk Bandar Udara (Bandara) Trunojoyopada tahun 2020 mendatang.

“Walaupun mengalami pemangkasan senilai Rp24 miliar, anggaran tersebut sudah dianggap cukup untuk perluasan lahan Bandara Trunojoyo,” katanya, Rabu (4/12/2019)

Pemangkasan tersebut dilakukan, setelah Dishub Sumenep mengajukan anggaran di pembahasan APBD 2020. Hasil pembahasan Tim Anggaran (Timgar) Pemkab Sumenep dan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sumenep, memutuskan pemangkasan senilai Rp5 miliar.

“Pemangkasan itu tentunya untuk kebaikan pembangunan lainnya, agar tidak terfokus pada perluasan bandara,” tandasnya.

Dadang menambahkan, untuk proses perluasan lahan bandara di tahun 2020, akan segera dilakukan. Bahkan, akan dikerjakan pada bulan ke empat tahun 2020. Sebab, perluasan lahan tersebut sangat penting untuk penerbangan pesawat terbang. Agar tidak terjadi banyak antrian.

“Jika lahan semakin luas, maka pesawat terbang akan leluasa untuk melakukan start dan finish penerbangan,” tandasnya.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua DPRD Sumenep Indra Wahyudi, pemangkasan terjadi untuk pemerataan pembangunan di Sumenep. Sebab, jika tidak dipangkas, maka akan menghambat pembangunan lainnya.

“Hal Itu dilakukan, sebagai bentuk rasa peduli pada sektor pembangunan daerah utamnya di kepulauan,” tegasnya.

Selain bagian dari upaya pemerataan pembangunan antata daratan dan kepulauan, Indra menjelaskan, juga untuk mempermudah sarana transportasi ke depannya. Langkah inilah yang dimaksud timgar. Harapannya, pembangunan di Kabupaten Sumenep semakin makmur dan dapat dimanfaatkan dengan baik.

“Pemangkasan itu sudah melalui pertimbangan dan dirapatkan di APBD 2020,” bebernya. (imd/waw)

 

Komentar

News Feed