oleh

Anggaran Persampahan Tembus Rp8 Miliar

Kabarmadura.id/SAMPANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sampang menyebut anggaran program penanganan kebersihan dan persampahan tahun ini sebesar Rp8 miliar. Namun, ketersedian dana jumbo itu tidak lantas berhasil mengatasi persoalan sampah di berbagai wilayah di Kota Bahari, terlebih memasuki bulan Ramadan, volume sampah relatif meningkat.

Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang (Kabid) Kebersihan dan Persampahan DLH Sampang Syarifuddin mengatakan, upaya penanganan kebersihan lingkungan dan sampah dibutuhkan dana yang besar. Karena biaya operasional pengangkutan sampah dari tempat penampungan sementara (TPS) ke Tempat pembuangan akhir (TPA) relatif jauh, serta membayar honor para petugas kebersihan.

Menurutnya, tahun ini anggaran program kebersihan dan persampahan Rp8.045.550.950. Rinciannya, untuk pengelolaan sampah dan limbah bahan berbahaya dan beracun sebesar Rp2.300.564.200, peningkatan sarana dan prasarana persampahan senilai Rp1.913.956.670, dan peningkatan layanan kebersihan jalan dan lingkungan menacapai Rp3.831.030.080.

”Anggaran persampahan tahun ini, sebesar Rp8 miliar. Dana ini mayoritas digunakan untuk biaya operasional truk sampah, honor pasukan kuning, penambahan sarana prasarana sampah dan sebagainya,” ucap Syarifuddin kepada Kabar Madura, Senin (13/5).

Pria yang akrab disapa Fud itu menjelaskan, volume sampah di Sampang per hari mencapai 23 ton, sedangkan personel kebersihan, untuk tenaga magang berjumlah 135 orang, tenaga honorer 6 orang dan pegawai negeri sipil (PNS) hanya 72 orang. Adapun kendala dalam proses pelayanan dan penanganan sampah secara maksimal di wilayah itu dikliam karena tingkat kesadaran masyarakat dan kepedulian terhadap sampah relatif rendah.

Untuk itu, pihaknya berjanji akan mengirimkan surat kepada para pengusaha, pertokoan dan sebagainya agar dapat mengurangi sampah plastik. Selain itu instansinya akan mengadakan siaran keliling dalam rangka memberi penyadaran kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan.

”Walaupun kami (DLH, red) sudah berupaya melayani dengan optimal, tetap saja masyarakat membuang sampah bukan pada tempatnya. Makanya khusus wilayah perkotaan selama Ramadan ini, pelayanan sampah berlangsung siang dan malam hari,” bebernya.

Sementara itu, anggota Komisi III DPRD Sampang Sohibus Shulton meminta pemkab harus lebih maksimal dalam mengatasi sampah. Terlebih saat ini memasuki bulan Ramadan yang biasanya terjadi peningkatan volume sampah yang signifikan.

Politisi Partai Gerindra itu meminta DLH tidak hanya menghabiskan anggaran hingga miliaran rupiah, akan tetapi output atau hasilnya harus jelas. Sampah di Sampang harus teratasi dan dapat terkelola dengan baik. Karena sampah ini, manakala dikelola secara baik dan benar, juga memiliki nilai ekonomis yang tinggi.

”Prinsipnya, kami harap besarnya anggaran persampahan ini berbanding lurus dengan outpunya. Masyarakat menjadi lebih nyaman dan lingkungan menjadi bersih,”tukas Sulthon. (sub/pai)

Komentar

News Feed