oleh

Anggaran Rp149 Juta, Perdesa Dijatah Lima Tangki

KABARMADURA.ID, Sampang – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten menyiapkan anggaran Rp149 juta untuk program bantuan droping air wilayah kekeringan. Tercatat dari 78 desa terdampak bencana kering kritis hanya mendapatkan bantuan lima 5 tangki setiap desa.

Kepala BPBD Sampang Anang Juenaidi mengatakan, berdasarkan perkiraan BMKG Surabaya, untuk wilayah Sampang sudah mengalami kekeringan mulai awal bulan September sampai akhir bulan Oktober mendatang. Maka pihaknya segera melakukan koordinasi dengan sejumlah kecamatan dan pihak perusahaan umum daerah air minum (PUDAM) Trunojoyo.

“Setelah diinventarisir, pada tahun ini terdapat 78 desa kering kritis, setiap desa kita jatah droping sebanyak lima tangki, dengan total pagu anggaran Rp149 juta perbulan,” ujar Anang Juenaidi kepada awak media.

Dirinya menguraikan, untuk rencana droping air ke desa terdampak tersebut akan berlangsung selama dua bulan, setiap bulannya lima tangki perdesa. Sementara untuk bantuan droping dari BPBD tidak dianggarkan untuk tahun ini, melainkan dirinya mengajukan kepada Pemkab Sampang untuk bantuan droping air bersumber dari pos anggaran belanja tidak terduga (BTT) pada tahun anggaran berjalan.

Jumlah desa terdampak kekeringan di daerah yang berjuluk kota Bahari itu, tergolong yang paling banyak di Provinsi Jawa Timur dibandingkan daerah yang lain. Meski demikian, upaya penanggulangan bencana kekeringan itu hanya bersifat jangka pendek, karena upaya penanganan jangka panjang masih akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan dinas teknis, meliputi Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dan PUDAM Trunojoyo.

“Dalam satu bulannya kami mengajukan anggaran Rp149 juta untuk 78 desa terdampak kering keritis. Jika nanti droping air ini berlangsung selama dua bulan, maka anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp298 juta,” ulasnya.

Disinggung soal Kecamatan di Sampang yang terdampak bencana rutin tahunan terparah. Anang membeberkan, ada empat kecamatan, yakni Kecamatan Sreseh, Robatal, Kedungdung dan Karangpenang, sedangkan untuk wilayah lainnya masih relatif aman. Maka untuk bantuan droping itu, akan diprioritaskan dan difokuskan untuk wilayah yang sangat membutuhkan.

Sementara itu, salah seorang warga terdampak kekeringan di Kecamatan Sreseh, Habisono (32) meminta Pemkab Sampang agar segera mendistribusikan bantuan air, karena bantuan tersebut sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat di wilayahnya. Bahkan pihaknya berharap kuota bantuan agar ditambah, sehingga bisa merata.

Sebab, kata dia, jika mengaca pada tahun sebelumnya, upaya penanganan bencana kekeringan tidak maksimal, banyak warga yang tidak tersentuh bantuan dari pemerintah. Di sisi lain pemkab harus bisa melakukan upaya penanganan jangka panjang, semisal melakukan pengeboran dan semacamnya, jadi penanganan tidak hanya hanya bersifat sementara.

“Saya sangat berharap, penyaluran bantuan air ini segera dilaksanakan secara merata, sekarang ini sudah banyak warga yang mulai kesulitan mendapatkan air bersih, maka pemkab harus hadir di tengah-tengah masyarakat,” singkatnya. (sub/mam)

Komentar

News Feed