Anggaran SPP Gratis Bergantung Jumlah Siswa

  • Whatsapp

Cabdin Pendidikan Akui “Buta” Teknis Pelaksanan

KM/IMAM MAHDI-SANTAI : Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Dispendik) Provinsi Wilayah Kabupaten pamekasan Slamet Goestiantoko saat diwawancarai di kantornya.

Kabarmadura.id/PAMEKASAN-Tahun ajaran 2019/2020 seluruh siswa SMA/SMK di wilayah Jawa Timur, termasuk Kabupaten Pamekasan bakal dibebaskan dari sumbangan pembinaan pendidikan (SPP). Program bebas SPP itu, nantinya akan ditanggung oleh APBD Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Besaran anggaran untuk program pendidikan itu, bergantung pada jumlah siswa tahun 2019.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Pamekasan Slamet Goestiantoko mengatakan, baik sekolah negeri atau swasta, akan menikmati program sekolah gratis bebas SPP untuk jenjang SMA/SMK.

Slamet mengaku, Pemprov Jawa Timur secara khusus telah menyiapkan alokasi anggaran untuk program sekolah gratis bagi jenjang SMA/SMK tersebut. Namun, pihaknya tidak megetahui secara detail, besaran anggaran tersebut, sebab bantuan itu akan turun pada awal tahun ajaran baru.

“Sekitar bulan Juli baru diketahui anggaran itu dengan mengukur banyaknya siswa di Pamekasan,” katanya, Senin (20/5)

Dikatakan Slamet, pagu anggaran yang diperoleh setiap kabupaten beragam. Hal itu mengacu pada Surat Edaran (SE) Gubernur nomor 120/101/2017 tentang SPP SMA dan SMK. Namun demikian, pihaknya memastikan, orang tua siswa tidak harus lagi mengeluarkan biaya pendidikan untuk anak-anaknya yang berada di SMA/SMK.

Slamet menjelaskan, melalui program sekolah gratis itu, seluruh biaya pendidikan yang selama ini ditanggung orang tua siswa, akan ditanggung APBD provinsi, termasuk biaya SPP selama mengenyam pendidikan dan seragam sekolah.

“Sementara informasi yang kami peroleh seperti itu. Terkait hal yang sifatnya sangat teknis masih belum disampaikan lebih lanjut,” tukasnya.

Selain membantu meringankan beban biaya pendidikan yang ditanggung orang tua siswa. Program sekolah gratis itu menurut Salamet, juga akan mempermudah sekolah dalam mengatur perencanaan pembiayaan sekolah.

“Pemprov bakal melakukan pembayaran melalui mekanisme transfer langsung melalui rekening sekolah setiap bulannya,” tuturnya.

Sementara itu, salah satu siswa SMK negeri di Pamekasan Mohammad Basri menyambut baik program yang digagas oleh Pemprov Jatim tersebut. Meskipun menurutnya, selama ini dia masih belum merasakan manisnya kucuran anggaran itu.

Sebab, sejak mengenyam pendidikan dirinya masih harus mengeluarkan biaya sendiri. Diungkapkannya, biaya pendidikan untuk siswa SMK cukup besar, yakni uang SPP untuk jurusan teknik sebesar Rp120 ribu per bulan, serta uang seragam senilai Rp600 Ribu.

“Masih bayar terus saya maz,”ucapnya

Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan Muhammad Sahur berharap, realisasi program sekolah gratis itu bisa segera dilakukan. Dengan demikian, siswa akan benar-benar menikmati manisnya program pemerintah. Selain itu, dia juga mengingatkan, agar pelaksanaan program sekolah gratis itu dilakukan dengan cermat profesional.

“Semoga program itu bisa bermanfaat bagi para siswa,” pungkasnya. (km45/pin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *