Anggaran Terbatas, Data Anak Yatim di Bangkalan Amburadul

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IST) MENJELASKAN: Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bangkalan Abdul Haris memberikan keterangan mengenai bantuan terhadap anak yatim di Pendopo Bupati.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN – Bantuan untuk anak yatim di Bangkalan terbatas. Program yang biasanya diberikan pada bulan Muharram sepertinya ditunda. Sebab, masih terganjal pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4. Mirisnya, data anak yatim amburadul atau tidak terdata di Dinas Sosial (Dinsos) maupun Kementerian Agama (Kemenag).

Kepala Kemenag Bangkalan Abdul Haris mengatakan, instansinya belum mendata jumlah anak yatim se kabupaten Bangkalan. Sebab, mengira pendataan dilakukan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil). “Kami belum punya datanya, karena memang jarang dibutuhkan,” ujarnya, Kamis (19/8/2021).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, jika ada kegiatan santunan anak yatim biasanya hanya mengandalkan anak yatim dari keluarga atau kerabat Aparatur Sipil Negara (ASN) atau tidak mengkaver secara luas.  “Kami biasanya hanya melibatkan anak yatim dari kerabat keluarga pegawai kami,” paparnya.

Hal senada diungkapkan, Kasi Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Bangkalan Sukardi. Dia mengaku, mengenai data anak yatim akibat ditinggalkan orang tuanya lantaran pandemi Covid-19 belum ada. “Belum ada petunjuk di kami, mungkin di Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KB P3A),” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas KB dan P3A Bangkalan Amina Rachmawati menyampaikan, wewenang pendataan anak yatim seharusnya bukan menjadi wilayah kerja instansinya. Sebab, di daerah lain data tersebut ada di Dinsos atau Dinkes. “Kami juga belum mendata sepenuhnya, karena saat didata, mereka mengharapkan bantuan,” tuturnya.

Berdasarkan hasil pendataan tim di lapangan, ada sekitar 648 anak yatim piatu.  Meskipun data tersebut belum sepenuhnya valid, data tersebut yang hanya dimiliki. “Hanya data ini yang kami miliki, itupun belum rampung, karena kami juga baru saja memulai pendataan,” paparnya.

Pihaknya berharap, bantuan untuk anak yatim harus disediakan. Meski instansinya belum bisa memberikan santunan apapun, akibat terbatasnya anggaran. “Kami belum bisa memberikan bantuan, karena memang dananya terbatas, kami bantu datanya saja,” tukasnya. (hel/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *