Anggaran Terbatas, Dewan Pesimis Pembangunan Pabrik Gula Terealisasi

  • Whatsapp
TEBU MADURA: Lama tidak muncul, bahkan sempat digagalkan, wacana membangun pabrik gula di Madura kembali diwacanakan Bupati Pamekasan Baddrut Tamam.

Kabarmadura.id/PAMEKASAN-Bertahun-tahun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan memiliki rencana mendirikan Pabrik Gula (PG). Hanya saja, rencana tersebut tidak berjalan optimal. Beberapa indikasi menjadi kendala realisasi pembangunan PG.

Salah satunya, kapasitas anggaran daerah atau APBD cukup terbatas. Bahkan, anggaran lain berupa suntikan dari investor tidak begitu menjanjikan. Sebab, anggapan investor kondisi lingkungan di daerah sangat mengkhawatirkan.

 

Atas dasar itulah, anggota DPRD Pamekasan, Syamsuri, merasa pesimis pembangunan PG di Kota Gerbang Salam terealisasi. Sebab, untuk menggaet investor ke daerah cukup sulit.

 

“Dari tahun ke tahun kami memantau hanya sebatas wacana. Faktanya pembangunan PG sampai saat ini belum juga terealisasi. Karena untuk mendirikan PG butuh anggaran besar, sedangkan investor masih khawatir masuk ke daerah,” ujarnya, Selasa (17/9).

 

Menurutnya mayoritas investor butuh kenyamanan dan keamanan untuk berinvestasi ke daerah. Sebab, modal yang dikeluarkan  cukup besar untuk mendirikan PG. Dengan demikian pemkab perlu berupaya seoptimal mungkin untuk mengembalikan kepercayaan para investor.

 

“Intinya sangat sulit, kecuali pemkab menjamin keamanan dan kenyamanan para investor dari berbagai hal, baik dari kalangan aktivis maupun lainnya. Karena orientasi mereka, menanam modal dengan tujuan mendapatkan keuntungan,” ucapnya.

 

Politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini berharap, pemkab tidak hanya pandai merencanakan, akan tetapi juga lihai mematangkan rencana. Sehingga hal yang sudah direncankan bisa terwujud dengan bentuk kerja nyata.

 

“Mudah-mudahan tidak seperti tahun sebelumnya, getol merencanakan, endingnya tidak jelas. Maka dari itu, perlu adanya penataan untuk meyakinkan kepercayaan investor agar menanamkan modalnya ke daerah,” harapnya.

 

Sebelumnya, Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam, mewacanakan pembangunan PG di daerah selatan. Tepatnya, wilayah Proppo dan Tlanakan. Tujuannya untuk mendongkrak ekonomi masyarakat.

 

Hanya saja, untuk merealiasikan pembangunan tersebut masih butuh jangka waktu panjang. Sebab, anggaran dari daerah melalui APBD cukup minim. Sehingga butuh memancing minat investor untuk pembangunannya.

 

“Jika misalnya investor bersedia membangun PG di Pamekasan, daerah yang kami siapkan adalah di Kecamatan Proppo dan Kecamatan Tlanakan dengan luas areal lahan total mencapai 300 hektare. Secara geografis cukup strategis,” ujarnya.

 

Saat ini, pihaknya berupaya  mengajak kalangan investor berinvestasi mengembangkan tanaman tebu dan PG di Pulau Madura. Sebab jenis tanaman memiliki nilai ekonomis yang menjanjikan bagi kalangan masyarakat.

 

“Berdasarkan pemetaan yang dilakukan di empat kabupaten yakni Sumenep, Pamekasan, Sampang dan Bangkalan, luas areal lahan yang potensial untuk ditanami tebu mencapai 120 hektare,” paparnya. (ito/pai)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *