Anggaran Terbatas, Hibah Mesin Chopper di Bangkalan Ditunda

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) GAGAL: Program hibah mesin perajang rumput atau mesin chopper di Kabupaten Bangkalan harus ditiadakan akibat ketersediaan anggaran minim.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN –Harapan kelompok tani (poktan) untuk memiliki mesin perajang rumput tahun ini harus bersabar. Sebab, realisasi program hibah berupa mesin chopper belum bisa dilakukan. Salah satu indikasinya, ketersediaan anggaran cukup terbatas. Hal ini diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Pembibitan Pakan dan Produksi Dinas Peternakan (Disnak) Bangkalan Suba’i, Rabu (28/7/2021).

Menurutnya, meski ketersediaan mesin di setiap poktan yang ada di 18 kecamatan juga terbatas. Yakni, hanya 15 unit belum bisa melakukan pengadaan kembali untuk menambah jumlah bantuan di setiap kecamatan. Bahkan, tahun ini masuk pada tahun anggaran kedua tidak adanya hibah tersebut.

Bacaan Lainnya

”Kami selalu merencanakan pemberian hibah alat chopper ini, tetapi terkendala anggaran. Sudah dua tahun tidak ada, selama pandemi Covid-19 melanda,” ujarnya.

Dia menuturkan, pengadaan yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) paling banyak berada di dua paket mesin. Bahkan, lengkap dengan terpal dan drum. Sehingga petani bisa langsung memulai produksi dengan alat yang lengkap tersebut. Sedangkan, dari provinsi sekitar ada 3 paket bantuan. “Bagi petani dan peternak, bantuan ini sangat ditunggu,” tuturnya.

Hanya saja, untuk tahun 2021 ini nihil penyaluran hibah, baik dari daerah ataupun provinsi. Sebab, anggaran sudah banyak yang dialokasikan untuk pencegahan dan pemutusan sebaran wabah Covid-19. ”Ada empat poktan yang sudah mengantri untuk mendapatkan bantuan tersebut, tapi bagaimana lagi. Kami masih terkendala minimnya anggaran akibat Covid-19,” ucapnya.

Pihaknya berjanji, tahun depan akan mengupayakan hibah paket mesin chopper bisa tersalurkan untuk masyarakat. Sedangkan, untuk pengajuannya bisa dilakukan satu tahun sebelum tahun anggaran. ”Jadi September-Oktober bisa mulai mengusulkan melalui aplikasi, kalau yang bersumber dari APBD bisa masuk melalui musywarah rencana pembangunan desa (Musrembangdes),” terangnya.

Dia menjelaskan, pengusul merupakan poktan yang terdaftar di sistem informasi penyuluh pertanian (simluhtan). Sehingga, bisa mudah koordinasi  dengan penyuluh pertanian lapangan (PPL). ”Pemberian hibah ini langsung dengan pembinaanya. Nantinya juga mengajak perwakilan dari poktan lain di daerah tersebut,” jelasnya.

Pada dasarnya, petani memang berharap bantuan mesin chopper tersalurkan. Sebab, sangat membantu dalam penyediaan pakan yang bergizi dan juga bisa dijadikan untuk stok saat kesulitan pakan ternak. ”Mungkin juga bisa dikoordinasikan dengan masing-masing desa, agar mengetahui apa saja persyaratan yang dibutuhkan,” tandasnya. (hel/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *