Anggaran Terbatas, Ketersediaan Alsintan di Bangkalan Tidak Ideal

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) BELUM OPTIMAL: Ketersediaan alat mesin pertanian (alsintan) di Kabupaten Bangkalan tidak sesuai dengan kebutuhan pertanian atau terbatas.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN–Jumlah alat mesin pertanian (alsintan) di Bangkalan belum ideal. Kebutuhan dan jumlah persediaan masih ada kesenjangan. Sebab, dari total persediaan alsintan yang hanya sembilan unit akan melayani 18 kecamatan. Bahkan, dari jumlah itu hanya lima unit yang aktif difungsikan, sisanya sudah tidak maksimal.

Salah satu pengelola alsintan di Kecamatan Socah, Sapraji mengatakan, pengelolaan dan ketersediaan alsintan masih jauh dari kebutuhan. Sehingga, penggunaan tidak maksimal. ”Kalau kebutuhan setiap hari mencapai belasan hektar, bagaimana bisa berjalan dengan produktif perawatannya,” ujarnya, Kamis (17/6/2021).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, ketika kebutuhan meningkat, petani kerap melakukan penyewaan alsintan dari luar daerah Bangkalan. Sehingga, ongkos atas biaya operasional juga relatif lebih mahal. Sebab, tidak semua kecamatan memiliki alsintan. ”Jangankan di setiap kelompok tani atau desa, setiap kecamatan saja belum tentu ada,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Pupuk Pestisida dan Alsintan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DPTPHP) Bangkalan Rudi Haryanto mengaku, kuota atau persediaan alsintan di Bangkalan memang sangat terbatas. Sebab, terkendala anggaran yang masih belum mampu memenuhi kebutuhan alsintan secara merata.

”Harga setia alsintannya itu rata-rata mahal, dan kami belum diberikan anggaran sebanyak itu,” responnya.

Jika disesuaikan dengan kebutuhan, tentu jauh dari kata ideal. Sebab, idealnya di Bangkalan harusnya memiliki 40 unit alsintan. Namun, faktanya hanya ada sekitar sembilan unit yang tersedia. Bahkan dari Sembilan unit, hanya lima unit yang masih bisa bekerja dengan maksimal.

”Yang sudah ada saja, banyak yang rusak, karena pengelolaannya memang belum bagus,” tuturnya.

Rudi berharap, ada perhatian dan atensi khusus pada perkembangan pertanian di Bangkalan. Salah satunya, dengan penyediaan alsintan. Sehingga upaya peningkatan hasil kualitas pertanian meningkat.  ”Mudah-mudahan kedepan bisa mendapatkan sumbangan atau tambahan dana untuk pengadaannya. Karena, tahun ini sama sekali tidak ada,” tukasnya. (hel/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *