Anggarkan Rp25 Miliar, Bangun Kawasan Industri Tembakau

  • Whatsapp
(FOTO: KM/DOK) TEMBAKAU: Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan belum menyelesaikan uji kelayakan pembangunan kawasan industri tembakau.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN -Pembangunan kawasan industri tembakau di Desa Gugul Kecamatan Tlanakan Kabupaten Pamekasan dianggarkan Rp25 miliar. Tujuan pembangunan tersebut, untuk menggerakkan para pengusaha tembakau. Sehingga bisa lebih produktif. Selama ini, mayoritas hasil tani tembakau yang dijual kepada pengusaha berasal dari luar Pamekasan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan, Achmad Sjaifuddin mengatakan, saat ini pembangunan kawasan industri tembakau masih dalam proses penyiapan feasibilities study. Jika proses tersebut sudah rampung, maka akan segera diproses untuk pembangunannya.

Bacaan Lainnya

“Sementara untuk lokasinya opsional, karena sudah tersedia lahannya kurang lebih dua setengah hektar di Desa Gugul, untuk estimasi pendanaan dalam membangun kawasan industri tembakau sebesar Rp2,5 miliar,” ujarnya, Senin (14/3/2021).

Pihaknya tidak bisa memastikan pembangunan bisa selesai di akhir tahun 2021 ini. Sebab, berbagai persiapan penunjang yang perlu dilengkapi secara administrasi dan pembangunan berbagai infrastruktur membutuhkan waktu yang cukup lama. “Untuk persiapannya belum beranjak 10 persen, karena uji kelayakan bisa menentukan dilanjutkan pembangunannya atau tidak, misalkan tidak layak maka tidak akan dilanjutkan,” ucapnya.

Menurutnya, pembangunan kawasan industri tembakau diperkirakan mampu menampung 10 hingga 15 pengusaha rokok yang berasal dari daerah. Kondisi  tersebut, berdasar luasan areal yang telah dipersiapkan oleh pemerintah. “Tapi untuk pabrik rokok, siapa saja masih bisa ditentukan, karena perlu pendekatan dan sosialisasi serta pemahaman,” tuturnya

Pihaknya menegaskan, tujuan mendasar dibangunnya kawasan industri rokok untuk menumbuh kembangkan industri rokok ilegal, menurunkan produksi dan distribusi rokok ilegal, dan pembukaan lapangan pekerjaan serta peningkatan pembinaan dan pengawasan.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Pamekasan Hamidi mengaku, belum tahu secara detail tentang pembangunan kawasan industri tembakau. Namun, secara prinsip perlu dipersiapkan secara matang, dan bisa tersosialisasi dengan baik kepada para pengusaha tembakau. “Belum ada pembahasan secara khusus di internal komisi II, kami juga akan mendorong jika itu bermanfaat,” responnya. (rul/ito)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *