oleh

Anggarkan Rp83 Juta untuk Penanganan Kekeringan di 13 Kecamatan

Kabarmadura.id/Bangkalan– Memasuki musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkalan mulai melakukan pemetaan daerah yang akan dilanda kekeringan. Tahun 2020 ini, BPBD Bangkalan memprediksi akan ada 85 desa di 13 Kecamatan yang terdampak kekeringan. Data ini mengalami penambahan dibanding tahun sebelumnya, di mana jumah wilayah kekeringan di Bangkalan hanya 83 desa di 12 Kecamatan.

“Angka ini ada kenaikan wilayah yang akan mengalami kekeringan. Karena saat musim kemarau tahun kemarin ada laporan di salah satu kecamatan 2 desanya kesulitan air,” ujarnya.

Tambahan kecamatan tersebut yakni Kecamatan Labang. Kata dia, kecamatan tersebut sudah bukan mengalami kering kritis lagi, melainkan kering terbatas. Sebab, panjangnya kekeringan yang mencapai 4 bulan. Di mana 2 desa Sukolilo Barat dan Baengas.

“Jika nanti ada salah satu camat dari 13 kecamatan yang melapor sudah mengalami kekeringan, maka dalam minggu-minggu ini akan segera mengeluarkan status tanggap darurat kekeringan,” ungkapnya.

Masih menurut Rizal, pihaknya kini sudah menyiapkan anggaran untuk mengatasi bencana kekeringan itu. Awalnya dia telah menyiapkan Rp150 juta dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2020. Namun, anggaran tersebut terpangkas untuk penanganan Covid-19.”Jadi kini tinggal Rp83 juta,” paparnya.

Meski anggaran penanganan bencana kekeringan ini terpangkas hingga Rp67 juta, Rizal mengaku tidak merasa khawatir akan kekurangan bantuan. Sebab, akan ada bantuan tidak terduga (BTT) dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur melalui APBD Jawa Timur.

Menurutnya, bantuan dari pemprov itu sekitar Rp200 juta. Dia yakin dengan bantuan ini kekeringan akan dapat diatasi melalui dropping air.
“Saya tidak khawatir, karena ketika anggaran di APBD nanti habis, akan ada bantuan dari pemprov,” pungkasnya. (ina/pai)

Komentar

News Feed