Anggota DPRD Sumenep Mulai Serap Aspirasi untuk Bahan Pembahasan RKPD

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IST) MERAKYAT: Reses yang dilakukan anggota DPRD Sumenep untuk menyerap aspirasi masyarakat akan berlansung hingga Senin (22/03/2021).

KABARMADURA.ID, SUMENEP-Dewan Perwkilan Daerah (DPRD) Sumenep saat ini melaksanakan reses untuk menghasilkan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). Kegiatan tersebut berlangsung sejak Senin (15/3/2021) hingga Senin (22/03/2021).

Ketua DPRD Sumenep Abdul Hamid Ali Munir menyampaikan, kegiatan reses untuk kembali ke daerah pemilihan(dapil) masing-masing, untuk menyapa konstituennya dalam rangka menyerap aspirasi program Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun (APBD) Tahun (TA) 2022 mendatang.

Bacaan Lainnya

Hasil reses para legislator itu, harus masuk dalam rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) APBD Sumenep 2022 dan Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS).

Hasil reses sementara, ungkap politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu,saat serap aspirasi masyarakat Kecamatan Rubaru, didapati laporan mengenai pembangun yang tidak merata, serta perekonomian. Sehingga, perlu diwujudkan dalam perencanaan program.

“Ada sebanyak 50 anggota dewan di Sumenep yang ikut kegiatan reses dimasing-masing dapilnya,” katanya, Rabu (17/3/2021).

Menurut dia, harapan yang paling besar masyarakat saat ini, yakni pelestarian lingkungan, karena banyak wilayah dilanda banjir karena rusaknya lingkungan. Misalnya, buang sampah sembarangan dan lahan-lahan tidak lagi jadi arena resapan, karena penebangan pohon secara liar.

“Saat ini perlu adanya penghijauan serta penanaman pohon baru,” ucap pria yang akrab disapa Hamid itu.

Terdapat 7 dapil di Sumenep,setelah reses selesai dan menerima aspirasi masyarakat,hasilnya akan diparipurnakan pada Kamis (25/3/2021).

Setelah pelaksanaan paripurna reses, dilanjutkan pembentukan panitia khusus (pansus) tentang laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPj) bupati.

Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Sumenep Akhmad Zainur Rakhman menegaskan, pelaksnaan reses dilakukan tiga kali dalam satu tahun. Saat ini masuk reses pada tahap ke-II. Harapannya, semua yang diadukan masyarakat dapat diterima untuk menjadi program ditahun 2022.

“Kami masih melakukan kegeitan reses yang saat ini sedang berlangsung,” pungkasnya.(imd/waw)

 

 

 

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *