Anggota Komisi IV DPRD Sampang Minta Masyarakat Proaktif Awasi Bansos

  • Whatsapp
(KM/SUBHAN) PROAKTIF: DPRD Sampang meminta semua elemen masyarakat terlibat aktif memantau dan mengawasi realisasi bansos.

Kabarmadura.id/Sampang-Pemerintah mulai gencar menyalurkan bantuan kepada masyarakat kurang mampu, khususnya yang terdampak wabah Covid-19 di berbagai wilayah, termasuk di Kabupaten Sampang.

Untuk meminimalisir terjadinya penyimpangan dalam realisasi bantuan itu, Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sampang Iqbal Fatoni, meminta warga untuk proaktif mengawasi dan melaporkan jika menemukan penyimpangan dalam realisasi bansos.

Bacaan Lainnya

Menurut dia, untuk memastikan realisasi bansos yang bertujuan meringankan beban warga terdampak wabah covid-19 itu tepat sasaran dan tidak ada penyimpangan, makanya upaya pengawasan oleh lembaganya akan terus ditingkatkan.

Selain itu, peran serta semua elemen masyarakat, agar proaktif melapor jika ada kejanggalan di bawah segera laporkan ke DPRD dan Dinas Sosial (Dinsos) Sampang, atau pihak-pihak terkait lainnya.

Dirinya menyebut, saat ini sudah banyak warga di Kota Bahari yang terdampak tapi tak kunjung menerima bantuan. Oleh karena itu, pihaknya meminta bansos itu segera disalurkan dan diawasi bersama, agar bantuan itu tepat sasaran dan bermanfaat kepada masyarakat.

“Kami harap masyarakat dari semua elemen dapat terlibat aktif dalam mengawasi dan melaporkan jika terjadi penyimpangan dalam bansos ini,” ucap polisi muda PPP itu, Rabu (29/4/2020).

Pria yang akrab disapa Bung Fafan itu mengaku, pihaknya sangat menyayangkan penyaluran bansos bagi warga yang terdampak Covid-19 tersebut hingga kini tak kunjung dilaksanakan.

Padahal lanjut dia, sebagian besar masyarakat di Kabupaten Sampang sudah mulai terdampak. Sementara pemerintah sampai saat ini masih berkutat dengan pendataan, pemadanan dan validasi serta akurasi data penerima.

“Kami minta penyaluran bansos ini disegerakan dan tepat sasaran,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Sosial Dinsos Sampang Nasrun menerangkan, belum direalisasikannya BPNT tambahan tersebut, lantaran masih menunggu penyaluran kartu sembako.

Sementara untuk bansos tunai ini,  pihaknya mengaku masih dalam tahap akurasi data dan vasiliditasi data penerima agar tidak terjadi tumpang tindih dengan program sosial lainnya.

“Sekarang ini masih dalam tahap pemadanan data penerima bansos Covid-19, baik di internal Dinsos maupun di instansi lain, agar tidak terjadi tumpang tindih,” ujarnya.

Untuk diketahui, jenis bansos di tengah wabah covid-19, meliputi bantuan pangan non tunai (BPNT) tambahan dampak Covid-19 sebanyak 16.676  KPM.  Bansos tunai berjumlah 27.518 KPM selama tiga bulan dengan besaran bantuan Rp600 ribu yang ditransfer ke rekening penerima. Terakhir  bansos dari Pemerintah Provinsi Jatim.

Sementara itu, masyarakat Kabupaten Sampang yang tercatat dalam data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) sebanyak 159.013 KPM. Meliputi penerima BPNT reguler sebanyak 108.510 KPM, keluarga penerima manfaat (KPM) program keluarga harapan (PKH) tercatat sekitar 7.100 KPM, dan ditambah jumlah penerima BPNT tambahan dan bansos tunai serta BLT DD. (sub/pin)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *