oleh

Angin Segar BOS Tetap Rentan Disalahgunakan

Kabarmadura.id/Sampang-Perubahan postur Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2020 ini, ditanggapi positif oleh sejumlah kalangan di Sampang. Bahkan, dinilai sebagai angin segar bagi tenaga honorer yang selama ini mendapat honor sangat rendah.

Sebagaimana keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadim Makariem, mulai tahun ini, 50 persen dari postur penggunaan dana BOS, dapat dikelola untuk honor tenaga honorer dan sukarelawan (sukwan). Kebijakan itu dituangkan dalam Permendikbud Nomor 8 Tahun 2020 Tentang Juknis BOS Reguler.

Anggota Dewan Pendidikan (DP) Kabupaten Sampang Zainuddin sangat mendukung adanya kebijakan tersebut. Sebab, selama ini para tenaga honorer di Sampang kurang mendapat perhatian dari pemerintah, baik pusat dan daerah.

Namun dia meminta, penggunaan BOS itu harus tetap masuk akal. Menjadi tidak masuk akal jika dalam satu sekolah hanya ada satu atau dua guru sukwan, tetapi dana BOS yang dipakai mencapai 50 persen. Artinya penggunaan BOS itu, harus menyesuaikan dengan kebutuhan yang ada.

“Kalau guru honorernya hanya sedikit, penggunaannya disesuaikan, lebih baik diperuntukkan untuk sektor-sektor yang lainnya, agar merata dan proporsional serta bijak dalam menggunakan anggaran, sehingga asas manfaatnya lebih maksimal,” tukasnya.

Sementara Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sampang Nur Alam melalui Kasi Pembinaan Sekolah Dasar Abdul Rahman menerangkan, batas maksimum penggunaan BOS untuk honor bulanan guru honorer itu meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 15 persen.

Perubahan alokasi BOS tersebut, dinilai angin segar, karena ada peningkatan yang signifikan dari sebelumnya, sehingga diharapkan kesejahteraan guru sukwan di Sampang semakin meningkat dan lebih sejahtera.

Tahun 2020, pagu BOS untuk sekolah dasar (SD) di Sampang sekitar Rp55 miliar. Setiap SD, memperoleh BOS sesuai jumlah siswanya. Sedangkan setiap siswa, dianggarkan sebesar Rp900 ribu.

Berdasarkan data pokok pendidikan (dapodik) dasar dan menengah, jumlah SD di Sampang sebanyak 629, terdiri dari 537 SD negeri dan 92 SD swasta. Sedangkan jumlah siswa SD sebanyak 70.480 orang.

“BOS yang bisa digunakan untuk honor ini, khusus guru sukwan yang sudah memiliki nomor unik pendidikan dan tenaga kependidikan (NUPTK) dan tercatat di dapodik (data pokok pendidikan)” katanya, Selasa (11/2/2020).

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Sampang Nurul Huda menilai, kebijakan pemerintah tersebut sangat bagus untuk meningkatkan taraf hidup layak bagi para guru honorer di Sampang.

“Kami kira kebijakan ini bagus, dan kami harap para guru honorer lebih semangat dalam mengabdi dan mutu pendidikan di Sampang kedepan bisa lebih baik,” singkatnya. (sub/waw)

Komentar

News Feed