Angka Kematian Bumil di Bangkalan Melonjak

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) PELAYANAN: Kasus ibu hamil (bumil) meninggal dunia di Kabupaten Bangkalan semakin tinggi.

KABARMADURA.ID | BANGKALAN – Angka kasus kematian ibu hamil (bumil) di Kabupaten Bangkalan cukup tinggi. Terhitung sejak bulan Januari hingga Oktober ini, ada 37 bumil meninggal. Penyebabnya bervariatif, meninggal dikarenakan terinfeksi Covid-19 maupun memiliki riwayat penyakit hingga keterlambatan penanganan kesehatan.

Rinciannya, 25 bumil meninggal akibat terpapar Covid-19 dan 12 bumil meninggal lantaran memiliki riwayat penyakit, komplikasi dan lain sebagainya. Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan Aris Budhiartho, Rabu (27/10/2021).

Pihaknya mengaku, berbagai langkah sudah dilakukan untuk mencegah angka kematian bumil. Salah satunya, memberikan himbauan terhadap bumil untuk melakukan vaksin hingga sosialisasi berkenaan dengan pola hidup sehat. Yakni, menjaga pola makan dan kesehatan bumil. Bahkan, setiap bumil minimal memeriksakan kandungan sebanyak empat kali sebelum melahirkan.

“Memang tahun ini angka kematian pada bumil cukup tinggi. Penyebab tingginya kasus tersebut akibat wabah Covid-19. Insyaallah minggu depan kami akan melakukan evaluasi mengenai Audit Maternal Perinatal (AMP) kematian bumil di Bangkalan,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Komisi D DPRD Bangkalan Nur Hasan menghimbau, agar tingginya angka kematian bumil di daerah yang identik dengan slogan Kota Salak menjadi evaluasi khusus Dinkes. Bahkan pengawasan terhadap kinerja bidang juga harus diperhatikan. Sebab tahun 2020 angka kematian ibu (AKI) hanya sebanyak 13 kasus.

“Angka AKI ini harus diminimalisir dalam bentuk pengawasan pada bidan, agar tidak terjadi lonjakan seperti saat ini,” responnya.

Lebih lanjut, politisi dari Partai Persatuan dan Pembangunan (PPP) ini mengungkapkan, program-program untuk meningkatkan kesadaran bumil pasca melahirkan juga harus ditingkatkan. Termasuk, harus membenahi sistem rujukan dari bidan ke tempat praktik dokter. Bahkan melarang adanya rujukan yang terlalu jauh dari lokasi bumil menuju ke klinik atau rumah sakit.

“Sistem rujukan harus dibenahi, rujukan pertama harus pada layanan kesehatan terdekat yang memadai, baik tenaga kesehatan maupun fasilitasnya. Agar pertolongan pertama pada bumil segera ditangani dan AKI bisa ditekan sekecil mungkin,” tegasnya.

Jumlah Kematian Bumil

  • 2020
    • 13 kasus
  • 2021
    • 37 kasus
    • 25 terpapar Covid-19
    • 12 penyakit bawaan

Reporter: Fain Nadofatul M.

Redaktur: Totok Iswanto

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *