Angka Kemiskinan Bangkalan Terus Naik sejak 2019


Angka Kemiskinan Bangkalan Terus Naik sejak 2019
(KM/FATHURROHMAN) KAYUH CAK: Penduduk kategori miskin di Bangkalan terus mengalami peningkatan sejak 2019 hingga 2021.

KABARMADURA.ID | BANGKALAN-Angka kemiskinan di Bangkalan terus meningkat setiap tahunnya. Kenaikan itu terjadi sejak tahun 2019 hingga 2021. 

Hasil pendataan terakhir Badan Pusat Statistik (BPS) Bangkalan, sebanyak 215 ribu penduduk masuk dalam kategori miskin di tahun 2021, atau 21,5 persen dari total 1.071.712 penduduk. Data itu hasil survei yang dilakukan BPS pada Maret 2022 lalu.

Kepala Bidang (Kabid) Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik (IPDS) BPS Bangkalan Singgih Pradana mengungkapkan, hasil sensus yang dilakukan beberapa waktu yang lalu, ada peningkatan angka 11 ribu kemiskinan dari sensus tahun sebelumnya.

"Data kami hasil sensus tahunan pada Maret 2022 yang lalu, ditemukan pada tahun 2021 itu ada 215 ribu penduduk, tahun 2020 ada 204 ribu penduduk kategori miskin. Artinya mengalami peningkatan 11 ribu," ungkapnya saat dikonfirmasi, Senin (19/9/2022).

Meski begitu, pihaknya tidak bisa merinci angka kemiskinan di masing-masing kecamatan. Sebab, survei yang dilakukan merupakan survei skala ekonomi nasional.

"Data kemiskinan kami pakai survei, namanya survei sosial ekonomi nasional. Tidak bisa kalau merinci setiap kecamatan, karena bukan sensus," imbuh Singgih.

Menurutnya, survei ekonomi nasional yang dilakukan, penduduk masuk dalam kategori miskin adalah jika penghasilan per kapita di kisaran Rp400 ribu ke bawah. Bahkan, Singgih mencontohkan, jika dalam satu keluarga terdiri dari 7 orang, yang bekerja hanya 1 orang dengan penghasilan Rp2 juta, maka masuk dalam kategori miskin.

"Karena jika dihitung, misalkan Rp2 juta itu dibagi menjadi 7, maka akan di bawah Rp400 ribu. Kita kan punya garis kemiskinan, ketika garis kemiskinannya pendapatan bulanan Rp400 ribu per orang, maka masuk kategori miskin," jelasnya.

Kata Singgih, meningkatnya angka kemiskinan di Bangkalan disebabkan pandemi Covid-19. Sebab, sebelumnya sempat menurun, namun selama pandemi itu angka kemiskinan itu kembali merangkak naik.

"Tahun 2017 sebanyak 206 ribu orang atau 21,3 persen, tahun 2018 turun menjadi 191 ribu penduduk atau 19,5 persen dari total penduduk. Sekarang malah diangka 21,5 persen, naik mungkin karena covid," pungkasnya.

ANGKA KEMISKINAN BANGKALAN

2017: 206 ribu orang atau 21,3 persen

2018: 191 ribu orang atau 19,5 persen

2019: 186,11 ribu atau 18,9 persen

2020: 204 ribu atau 19,2 persen

2021: 205 ribu atau 21,5 persen

Batas garis kemiskinan: Pendapatan Rp400 ribu per orang dalam satu keluarga

Sumber: BPS Bangkalan

Reporter: Fathurrohman

Redaktur: Wawan A. Husna