Angka Kepulangan PMI di Kabupaten Sampang Kian Meningkat

  • Whatsapp
(FOTO: KM/SUBHAN) PENGAWASAN KETAT: Kedatangan PMI asal Kabupaten Sampang menjelang perayaan idul fitri kian meningkat, sehingga perlu pengawasan ekstra, untuk meminimalisir penularan wabah Covid-19.

Kabarmadura.id/Sampang-Perayaan Idul Fitri 1441 Hijriah hanya tinggal hitungan hari, praktis beberapa hari terakhir kedatangan pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Sampang, akan semakin meningkat.

Berdasarkan data teranyar yang dihimpun Kabar Madura, sebanyak 34 PMI dari Malaysia tiba di daerah yang berjuluk Kota Bahari pada Senin (18/5/2020).  Para pekerja migran yang datang dari luar negeri itu menjalani pemeriksaan sesuai protokoler kesehatan sub posko Covid-19 di jembatan timbang Jrengik, Sampang.

Bacaan Lainnya

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sampang Aji Waluyo mengatakan, berdasarkan laporan jumlah PMI yang tiba di Sub Posko Jembatan Timbang Jrengik berjumlah 34, namun saat dilakukan pendataan hanya berjumlah 33 orang.

Pria yang juga merupakan anggota gugus tugas pencegahan percepatan penanganan wabah Covid -19 di Sampang itu menegaskan, satu persatu PMI yang pulang dari Malaysia itu menjalani pemeriksaan sesuai protokoler gugus tugas pencegahan Covid, mereka juga didata secara lengkap, serta diminta tetap menjalani isolasi mandiri.

“Kedatangan PMI asal Sampang terus meningkat, kemarin saja ada sebanyak 34 orang, tetapi yang terdata 33 orang, karena satu orang belum terlacak, turun dimana dan keberadaannya dimana belum diketahui, tapi hingga kini masih tetap dicari informasinya,” ungkapnya, Selasa (19/5/2020).

Dia menjelaskan, semua PMI langsung mendapatkan pengarahan untuk melaksanakan isolasi mandiri di rumah masing masing. Sebab setelah dilakukan pengecekan kesehatan, kondisi para PMI relatif normal dan tidak ada gejala, sehingga tidak perlu dirawat isolasi mandiri.

“Kalau nanti masih ada PMI yang tidak mematuhi anjuran dan arahan pemerintah, maka kami akan menjemput paksa untuk dirawat isolasi di BLK. Kami tidak main-main dalam malakukan upaya memutus mata rantai wabah Covid-19 dengan harapan agar tidak menyebar luas,” terang Aji sapaan akrabnya.

Sementara itu, Anggota Komisi I DPRD Sampang Aulia Rahman meminta gugus tugas harus lebih memaksimalkan upaya pengawasan dan pemantauan terhadap orang yang baru datang dari luar daerah, utamanya para PMI.

Terlebih menurutnya, para PMI sudah berstatus orang dalam pemantauan (ODP) dan baru datang dari daerah yang rawan penyebaran wabah Covid-19. Selain itu, gugus tugas Covid-19 diminta harus transparan kepada masyarakat, terkait jumlah ODP dan PDP, pasien yang terkonfirmasi wabah Covid-19, serta realisasi anggaran pencegahan percepatan penanganan Covid-19 yang mencapai ratusan miliar.

Di sisi lain, pemerintah dari semua tingkatan, mulai desa hingga kabupaten harus bersinergi dan kompak dalam mensosialisasikan dan melakukan pencegahan percepatan penanganan Covid-19.

“Kami minta pengawasan terus dimaksimalkan dan transparan dalam menangani wabah Covid-19 ini, dan anggaran ratusan miliar ini harus digunakan sesuai peruntukannya,” singkat politis dari partai demokrat itu. (sub/pin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *