Angka Perceraian di Bangkalan Meningkat

  • Whatsapp
(KM/HELMI YAHYA) BUTUH SOLUSI: Pengadilan Agama (PA) Bangkalan saat ini mengurus ribuan kasus perceraian.

KABARMADURA.ID | BANGKALAN – Kasus perceraian di Bangkalan cukup mengalami kenaikan. Pada tahun 2020, angka perceraian hingga Oktober mencapai 1.000 kasus. Kasus tersebut, didominasi oleh ketidaksiapan ekonomi dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Sedangkan pada tahun 2021 hingga Oktober, sudah ada 1.178 Kasus dengan penyebab yang sama.

Humas Pengadilan Agama (PA) Bangkalan, Abdur Rasyid mengatakan perkembangan kasus perceraian dengan alasan ekonomi dan ketidak cocokan memang terjadi di berbagai daerah. Hanya saja, untuk angkanya memang tidak sama. Dari ribuan perceraian, hampir 50 persen lantaran faktor ekonomi.

“Kebanyakan lelaki atau kepala keluarga tidak sanggup memenuhi kebutuhan keluarga atau istri dan lebih memilih berpisah. Tapi tidak semuanya karena laki-laki. Ada juga penyebabnya lantaran perempuan, tapi tidak banyak,” ujarnya, Senin (22/11/2021).

Bahkan hampir 70 persen pengajuan kasus perceraian dilakukan oleh perempuan. Sehingga ada indikasi ketidaknyamanan seorang perempuan dalam pembinaan keluarganya. “ini yang kemudian harus kami perhatikan, jadi sebisa mungkin kami mencoba memberikan pembinaan, setidaknya agar ada kemungkinan rujuk,” ucapnya.

Padahal dalam pengusutan kasus perceraian, para hakim di PA selalu memprioritaskan kemungkinan rujuk. Bahkan saat ini fokus merencanakan pengusulan pendampingan dan pembinaan. Terlebih untuk kepala keluarga. “Kami akan coba koordinasikan dengan Kementerian Agama (Kemenag), agar nanti bisa memunculkan solusi,” paparnya.

Sementara itu, Kasi Bimbingan Masyarakat Islam (Bimais) Kemenag Bangkalan Arif menuturkan, konflik dalam rumah tangga memang sudah hal biasa. Namun jika banyak menimbulkan perceraian, maka berencana akan lebih memperluas jangkauan bimbingan menikah.

“Sebelumnya cakupan pembinaan kami memang terbatas, akan kami coba kembangkan. Kami juga akan memperhatikan pemberian rekomendasi atau dispensasi nikah. Jika memang tidak dalam keadaan mendesak, maka dispensasi harus benar-benar tidak boleh diberikan,” responnya.

Angka Perceraian Selama Dua Tahun

  • Per Oktober 2020
    • 000 kasus
  • Per Oktober 2021
    • 178 kasus

Penyebab Perceraian

  • Faktor ekonomi
  • KDRT

Reporter: Helmi Yahya

Redaktur: Totok Iswanto

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *