Angka Pertumbuhan Stunting Tinggi

  • Whatsapp

Kabarmadura.id/Pamekasan-Tingkat pengetahuan orang tua atau ibu hamil di Kabupaten Pamekasan terhadap perkembangan janin yang ada dalam kandungan cukup rendah. Akibatnya, banyak balita mengalami pertumbuhan tidak normal atau stunting.

diungkapkan, Kasi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinkes Pamekasan Rizki Syamlan, daerah dengan slogan Ratu Pamelingan masuk pada kategori daerah penyumbang kasus stunting tertinggi di Jawa Timur (Jatim).

Menurutnya, Pamekasan masuk urutan ke dua dari 38 kabupaten/kota se-Jatim dengan jumlah kasus stunting sebanyak 1.341. Angka tersebut terbilang cukup tinggi, lantaran minimnya pengetahuan orang tua tentang pentingnya menjaga janin.

“Banyak faktor penderita pertumbuhan balita tidak normal, salah satunya kurangnya nutrisi dalam tubuh seperti lemak, karbohidrat dan protein. Ini terjadi lantaran minimnya pengetahuan ibu hamil di Pamekasan,” ujarnya, Minggu (7/7).

Lebih lanjut Rizki menegaskan, sebagian besar masyarakat masih mengangap balita gemuk bertanda sehat. Padahal, kegemukan di usia yang tidak wajar merupakan gejala penyakit stunting dan kurang gizi.

 

“Sebagian orang tua juga masih ada yang belum memahami kasus pertumbuhan tidak normal yang dialami balita. Stunting itu tidak hanya fokus pada fisik anak saja, karena ada ukuran ideal untuk bayi yang sesuai dengan usianya,” tegasnya.

 

Menurutnya terdapat banyak hal sederhana yang harus diperhatikan orang tua agar balita terhindar dari pertumbuhan tidak normal. Salah satunya, pemberian Air Susu Ibu (Asi) ekslusif pada bayi.

 

Kemudian cuci tangan pakai sabun dengan menggunakan air bersih yang mengalir, menggunakan jamban sehat dan makan buah serta sayur setiap hari. Akan tetapi berbeda kebiasaan masyarakat terutama golongan ibu-ibu di daerah.

 

Mereka tidak terlalu memperhatikan faktor makanan sebagai nutrisi terhadal janin yang ada dalam kandunga. Akibatnya, pertumbuhan balita yang dilahirkan tidak ideal.

“Jadi asupan bayi saat dalam kandungan harus diperhatikan,” sarannya. (ito/pin)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *