Angka Putus Sekolah di Sumenep Masih Tertinggi di Jatim

  • Whatsapp
BERBENAH: Banyak pelajar SMP di Sumenep, utamanya wilayah kepulauan yang putus sekolah.

Kabarmadura.id/SUMENEP-Angka putus sekolah (APS) di Kabupaten Sumenep pada tahun 2019 cukup tinggi. Bahkan, dari 15 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur yang memiliki APS tinggi, Sumenep menduduki peringkat kedua setelah Kabupaten Sampang.

Sebagaimana diungkapkan Kepala Cabang Disdik Jatim Wilayah Sumenep Sugiono Eksantoso, sebanyak 10 ribu siswa dan siswi yang lulus sekolah menengah Pertama (SMP) di Sumenep, yang tidak melanjutkan sebanyak 19,5 persen. Urutan tersebut merupakan angka tertinggi setelah Sampang sebanyak 20 persen.

“Hal itu berdasarkan data yang diterima kami dari pemerintah provinsi,” katanya, Senin, (30/9/2019).

Angka tersebut, selain yang tidak melanjutkan ke jenjang berikutnya, juga putus sekolah sebelum lulus SMA.

Menurut sugiono, angka yang cukup tinggi tersebut disebabkan faktor ekonomi dan pernikahan dini. Dengan begitu, pihaknya butuh penanganan khusus dalam menekan angka putus sekolah tersebut.

“Angka tinggi ini menjadi tugas berat kami, yang selanjutnya akan terus dievaluasi” ujarnya.

Sugiono menjelaskan, semua kecamatan di Kabupaten Sumenep mengalami APS yang cukup tinggi, utamanya di daerah kepulauan yang memang jauh dari pantauan pemerintah. Meski demikian, pihaknya telah mengukuhkan 27 relawan. Setiap relawan,  bertugas di satu kecamatan.

“Ini langkah nyata menekan menurunya angaka putus sekolah,” klaimnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Sumenep Akis Jazuli mengutarakan, angka putus sekolah di Kabupaten Sumenep harus ditindaklanjuti, dinas terkait wajib ikut andil dalam memperjuangkan meningkatkan jumlah yang dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Sebab, minimnya siswa dan siswi di Sumenep juga membuat kaderisasi bangsa selanjutnya akan semakin punah.

“Kami menghimbau agar dinas terkait dapat menindak lanjuti meningkatnya angka putus sekolah,” tegasnya.

Selain itu, mengimbau seluruh kepala sekolah untuk membimbing peserta didiknya dan mengarahkan kepada hal yang lebih prospek. Tentunya orang tua yang sering bersentuhan langsung dengan anaknya, agar senantiasa dibimbing dan diberi arahan yang cukup matang.

“Peran guru serta orang tua juga sangat penting didalam pendidikan formal tersebut,” pungkasnya. (imd/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *