Angsuran Lunas, BRI Sampang Tetap Tahan Jaminan Nasabah

  • Whatsapp
(FOTO: KM/JAMALUDDIN) MENCURIGAKAN: Pihak Bank BRI Sampang tahan BPKB jaminan peminjaman uang milik nasabah meski angsurannya sudah lunas.

KABARMADURA.ID, SAMPANG -Warga Desa Sejati Kecamatan Camplong, Sampang mengeluhkan adanya pelayanan di Bank Rakyat Indonesia (BRI) setempat. Pasalnya, jaminan untuk transaksi peminjaman uang tidak dikembalikan meski sudah dilunasi. Jaminan tersebut adalah buku pemilik kendaraan bermotor (BPKB).

Hal itu diungkap aktivis perempuan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Madura Development Watch (MDW) Sampang Siti Farida, Senin (5/7/21).

Kepada Farida, nasabah yang BPKB-nya ditahan tersebut menceritakan, pelunasan utangnya sudah sejak Januari 2021. Awalnya, petugas dari BRI beralasan masih mencari jaminannya itu. Namun setelah enam bulan berlalu, jaminan tidak dikembalikan juga.

“Nasabah atas nama Nurhayati, ibu dari Abi Yanto, dia laporan ke kami, bahwa BPKB yang dijadikan jaminan peminjaman uang tidak dikembalikan, padahal sudah lunas mulai Januari kemarin,” tutur Farida.

Awal mula dicurigai raibnya jaminannya itu pada 28 Juni 2018 lalu, saat ingin mengganti nomor polisi (nopol) kendaraannya di BPKB itu ke Samsat Sampang. Sebab, saat BPKB diminta, pihak BRI tidak memberikan dengan alasan akan koordinasi dengan pihak Samsat untuk melakukan pergantian nopol.

Pasca penggantian nopol, BPKB kendaraan tersebut secara otomatis langsung jadi jaminan. Namun, setelah peminjaman tersebut lunas, jaminan tidak diberikan. Bahkan, saat diurus untuk dapat dikeluarkan, pihak nasabah malah diarahkan ke Samsat Sampang, namun pihak Samsat tidak bisa memberikan.

Dengan kejadian itu, dirinya merasa kecewa. Sebab, sebelumnya jaminan itu diserahkan ke BRI, bukan ke Samsat.

“Saat itu berdasarkan surat pemberitahuan, akan dilakukan pergantian plat nomor dari pihak BRI dan diterima oleh Sujiyono, petugas Samsat. Jadi, sampai sekarang BPKB tidak keluar,” imbuhnya.

Atas kejadian tersebut, Nurhayati berniat mengusut masalah itu ke ranah hukum. Alasannya, terindikasi ada kesengajaan yang dilakukan oleh oknum petugas BRI yang sama-sama ingin melakukan peminjaman uang dan tidak bertanggung jawab.

“Yang bermasalah di kantor unit BRI di Jalan Trunojoyo Sampang, namun yang jelas, tetap kewenangan BRI Cabang Sampang, karena yang lain hanya kantor unit,” kata Farida.

Sementara itu, Pimpinan BRI Sampang Muannas saat hendak dikonfirmasi terkait masalah itu, tidak bisa dimintai keterangan. Menurut salah satu petugas bagian logistik BRI, Radius, menyampaikan bahwa untuk melakukan konfirmasi ke pihak BRI, harus mengirim surat terlebih dahulu.

“Silakan ajukan surat audiensi jika mau wawancara atau ajukan surat permohonan data ke BRI Sampang. Itu aturannya. Untuk semua unit kantor BRI di Sampang, memang ada di naungan kantor cabang,” singkatnya. (mal/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *