Antisipasi Banjir, Pemuda Arosbaya  Bersihkan Selokan

  • Whatsapp
BAKTI SOSIAL: Beberapa organda Arosbaya  bersama masyarakat  sekitar Pasar Arosbaya melakukan aksi peduli sampah di Kecamatan Arosbaya, Bangkalan

Kabarmadura.id/Bangkalan/ Arosbaya-Pemuda Arosbaya melakukan bersih-bersih selokan di depan Pasar Arosbaya. Acara tersebut di gelar oleh beberapa Organda kepemudaan seperti KNPI, IMA, FORKAB  serta siswa-siswi Sa’diyah juga ikut serta dalam acara tersebut. Aksi ersebut sengaja dilakukan agar selokan bersih sehingga bisa bebas dari banjir.

Ketua KNPI Arosbaya Imron Sadewo mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan karena ada keluhan masyarakat yang khawatir terhadap kondisi selokan yang banyak mampet. Sehingga saat hujan terjadi sering terjadi banjir lokal. Dan air genangan hujan memerlukan waktu lama untuk surut.

Bacaan Lainnya

“Kalau kami biarkan tentu saja ke depannya akan menimbulkan banjir,” katanya, Rabu (19/2/2020).

Ia menambahkan, kegiatan seperti ini sangat berdampak positif selain karena mencegah untuk terjadinya banjir, juga untuk meminimalisir segala bentuk penyakit.

“Saya apresiasi kepada pak camat  yg dalam hal ini memotori kegiatan ini juga kepada semua masyarat yang tergabung dalam kegiatan ini, karena semangat dan antusiasnya yang luar biasa untuk menjadikan Arosbaya bebas sampah,” katanya.

Sementara itu perwakilan darin Ikatan Mahasiswa Arosbaya (IMA) Nadia Armadani  mengatakan, kegiatan bakti sosial tersebut bekerjasama dengan muspika Kecamatan Arosbaya, sehingga dalam acara tersebut mendapatkan apeesiasi dari Camat Arosbaya. Sehingga peserta acara yang awalnya hanya sekitar 20 orang, kemudian karena kedatangan Camat. Warga ikut membantu bersih-bersih tersebut sehingga menjadi 40 orang.

“Saya kira masyarakat kurang antusias. Tapi nyatanya semua dapat bekerjasama dan saling membantu,” tuturnya.

Camat Arosbaya Mahrus memberikan apresiasi teehadap kegiatan tersebut. Sebab dirinyan  merencanakan untuk mengagendakan acara serupa. Akan tetapi respon masyarakat masih belum kuat. Sehingga selalu gagal dilakukan. Padahal itu cukup penting.

“Saya sudah lama menginginkan kegiatan semacam ini. Tapi baru kali ini bisa terlaksana,” jelasnya

Menurut Mahrus , kegiatan seperti ini sebaiknya bisa dilakukan rutin, misalnya satu minggu sekali, atau sebulan sekali, agar selokan tidak mampet dan tidak menimbulkan banjir.

“Kesadaran masyarakat masih belum kuat. Sedangkan hal seperti itu harus dimulai dari diri sendiri,” pungkasnya. (Km50/pai)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *