oleh

Antisipasi DPK Sumenep tentang Peminjaman Buku Lemah

KABARMADURA.ID, Sumenep – Pengelolaan buku di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Sumenep berantakan. Hingga saat ini sebanyak 2.573 tidak dikembalikan. Padahal, peminjaman buku tersebut dibatasi hingga 14 hari untuk dikembalikan. Namun, kondisi di lapangan tidak terurus dengan baik.

Kepala DPK Kabupaten Sumenep Ahmad Masuni melalui Kepala bidang (Kabid) Perpustakaan Chairul Arif Hidayat mengaku tidak mengetahui secara pasti siapa saja yang meminjam buku tersebut. Dengan demikian, akan melakukan pendataan daftar peminjam buku tersebut.

“Banyak buku perpustakaan yang dipinjam. Bahkan, ribuan buku masih belum dikembalikan,” pengakuannya, Minggu (4/10/2020)

Diketahui, koleksi buku/bahan pustaka sebanyak 43.450 judul dan 74.916 exemplar, perpustakaan umum sebanyak 14.491 judul dan 37.872 eksemplar, perpustakaan keliling 4.538 dan 12.628 exemplar. Kemudian taman baca sebanyak 24.421 judul dan 24.421 exemplar dan buku yang belum dikembalikan sebanyak 2.573.

Diakuinya, tidak memberlakukan sistem denda untuk  buku yang hilang.  Sebab, khawatir jika diberlakukan akan berpotensi sepi pengunjung. “Jalan saat ini akan jemput bola dan akan dicari buku yang hilang hingga dapat diketahui keberadaannya,” ucapnya.

Menurut dia, nantinya akan memetakkan pencarian buku di setiap kecamatan di Sumenep. Dengan demikian, akan terkontrol dan mudah untuk memperoleh buku yang saat ini hilang.  “Peminjam buku maksimal 3 buku dengan jangka waktu 2 minggu,” ucapnya.

Dia menjelaskan, pengunjung dalam setiap harinya sangat sepi. Pada saat sebelum Covid-19 sebanyak 100 orang. Setelah Covid-19 hanya berkisar 1-15 hingga 20 orang. “Apalagi saat ini dibatasi hingga 20 orang pengunjung,” jelasnya.

Tidak hanya pembatasan pengunjung, lanjut Agus menjelaskan pemberlakukan waktu juga diterapkan. Jika sampai 20 orang maka waktunya akan dibatasi selama 30 menit. “Tentu sudah menerapkan prokes dengan bermasker serta lainnya,” tukas dia.

Saat ini DPK Sumenep hanya bisa melakukan beberapa antisipasi agar buku di perpustakaan tidak kecolongan. Salah satunya dengan membubuhkan nomor induk keanggotaan (NIK) dalam kartu pemustaka.

“Mudaha-mudahan dengan ini semua buku yang dipinjam bisa dikembalikan sesuai deadline yang ditentukan. Saat ini masih proses pengembalian mas,” tukasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Sumenep M. Syukri mengatakan, tidak ada alasan bagi peminjam buku untuk tidak mengembalikannya. Sebab, buku tersebut merupakan milik bersama dan tidak bisa dipinjam selamanya.

“Dengan demikian, para peminjam atau pengunjung yang lainnya tidak kerepotan untuk meminjam buku. Ketegasan DPK harus ditingkatkan,” responnya. (Imd/ito)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

News Feed