Antisipasi Gagal Panen Tembakau, Petani Ditawari Bibit Unggul Padi dan Jagung

  • Bagikan
(FOTO: KM/ IST) GAGAL PANEN: Tembakau petani tergenang air akibat intensitas hujan cukup tinggi pada musim kemarau saat ini.

KABARMADUARA.ID, PAMEKASAN-Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Pamekasan telah menerjunkan sejumlah tim untuk mengobservasi dampak intensitas hujan yang cukup tinggi di musim kemarau tahun ini.

“Kemarin waktu pertemuan dengan kepala BPP se-Pamekasan, saya sudah minta untuk segera mengamati pengaruh hujan pada tanaman tembakau,” ucap Kepala Bidang (Kabid) Produksi Pertanian DKPP Pamekasan Achmad Suaidi.

Suaidi mengungkapkan, kemarau basah pada kondisi eksisting tanaman tembakau seluas 16.528 hektar, tidak banyak berpengaruh pada kawasan tegal dan pegunungan. Karena air hujan tidak menggenang, sehingga tidak membuat akar tanaman tembakau membusuk.

Namun pada kawasan persawahan seperti Kecamatan Pamekasan, Pademawu dan Galis, potensi gagal panen bisa terjadi. Karena sejumlah tanaman tembakau yang masih muda sudah mati lantaran akarnya membusuk tergenang air hujan.

“Kemungkinan gagal panen itu bisa terjadi di daerah persawahan,” ungkap Suaidi.

Pihaknya menawarkan solusi agar petani menanam tembakau kembali saat sudah musim kemarau normal. Mereka menjanjikan akan memfasilitasi petani dengan benih tembakau Prancak 95.  Setidaknya, benih tembakau yang disiapkan cukup untuk 1.000 hektar.

“Kadang petani itu merasa eman jika melewatkan waktunya dengan tidak menanam tembakau,” ucap Suaidi.

Selain itu, disiapkan benih jagung hibrida untuk 3.000 hektar dan benih padi inpari 42 untuk 2.000 hektar. Benih itu disebut kualitas unggul dan sedang banyak diminati orang.

“Kelompok tani nanti bisa mendatangi BPP untuk didaftarkan untuk menerima bantuan benih,” lanjutnya.

Kabid Pembinaan dan Perlindungan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan, Agus Wijaya menjamin kemarau basah tidak akan berpengaruh signifikan terhadap daya beli tembakau oleh pabrikan.

Sebanyak 8 pabrikan telah menyatakan akan menyerap tembakau petani sebanyak 17.200 ton. Rinciannya, Gudang Garam 3.500-7.000 ton, Sadhana Arifnusa 200 ton, Alliance One Indonesia (AOI) 600 ton, Sukun 700 ton, Nojorono 700 ton, Wismilak 250 ton, Djarum 6.500 ton dan Grendel  1.500 ton. Satu pabrikan telah mengkonfirmasi tidak akan membeli, yaitu Bentoel. (ali/bri)

Baca juga  DPRD Pamekasan Revisi Tatib Pilwabup
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan