oleh

Antisipasi Penyalahgunaan, Program BLT DD Jadi Atensi Inspektorat

Kabarmadura.id/Sumenep-Untuk meminimalisir penyalahgunaan, Program Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) di Sumenep diawasi langsung oleh Inspektorat Kabupaten Sumenep. Inspektorat memperketat pengawasan untuk memastikan tidak adanya keluarga penerima manfaat (KPM) ganda dan pelanggaran lainnya yang tidak sesuai prosedur.

“Saat ini surat yang dikirim ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep sudah selesai, datanya sebagian sudah ada,” kata Kepala Inspektorat Sumenep Titik Suryati, Selasa (7/7/2020).

Ada 230 desa yang saat ini sudah tercover datanya. Setelah itu inspektorat akan turun ke desa masing-masing. Ia mengimbau kepada masyarakat agar tidak ragu melaporkan jika ada pemotongan bantuan dalam bentuk apapun.

“Kalau ada aduan, kami pasti akan menelusuri. Kita tidak menoleransi pemotongan dengan alasan apapun, tapi harapan kita tidak terjadi hal seperti itu,” ujarnya.

Pengawasan ini dilakukan dalam rangka mengantisipasi nama penerima manfaat ganda. Data ganda yang dimaksud adalah satu KPM menerima dua bantuan, contohnya, penerima PKH juga menerima BLT. Tapi yang bersangkutan belum terima, baru persiapan pada saat mau pendistribusian saja.

“Saya yakin desa lain itu juga mendengar dan ketika ada nama ganda kita batalkan, tidak akan berlanjut pada penerimaan selanjutnya,” ujarnya.

Sementara itu Kepala DPMD Sumenep Moh.Ramli menjelaskan, Data KPM sudah diserahkan pada inspektorat setelah inspektorat mengirim surat permohonan data KPM. Namun, sejauh ini masih belum ada temuan kejanggalan.

“Jika ada kesalahan pendistribusian, maka tahap berikutnya terancam tidak mendapatkan,” paparnya.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Sumenep Juhari mengatakan, pengawasan harus diperketat dalam menelisik BLT DD. Untuk itu, Inspektorat harus terus melakukan pengawasan secara intensif.

“Kalau kades atau perangkatnya tidak bisa menggunakan sesuai aturan, bisa jadi malah tersandung masalah hukum,” pungkasnya. (imd/pai)

 

 

 

Komentar

News Feed