Antrean Capai 300 Pemohon KTP Setiap Hari 

  • Whatsapp
PENCATATAN: Sejumlah masyarakat Sumenep yang melakukan pencatatan di Dinas Dukcapil Kabupaten Sumenep.

Kabarmadura.id-Pelayananan masyarakat di Dinas Kependudukan dan Cacatan Sipil (Dukcapil) Sumenep belakangan ini sering terjadi antrean panjang. Seluruh jenis pelayanan di dinas itu mengalami penumpukan,  baik pembuataan kartu keluarga (KK), surat keterangan (suket), dan surat pindah serta pendaftaran pencatatan penduduk lainnya.

Untuk memiminalisir masalah seperti cekcok dan rebutan di antara para pendaftar, akan dibuat nomor antre berbasis elektronik. Selain itu, juga agar tertib saat melakukan pendaftaran.

“Kadang yang daftar kan sangat banyak, dan itu untuk menjaga ketertiban, maka perlu dibuatkan nomor antrean elektronik, sehingga dengan sistem elektronik, masyarakat tidak bisa mengelak siapa yang datang lebih awal dan siapa yang datang akhir,” terang Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Pendaftaran Penduduk  Dukcapil Kabupaten Sumenep Wasanah.

Selain itu, pihaknya juga akan mempercepat pembuatan KK, suket dan surat pindah selama satu hari, agar tidak melulu bolak-balik untuk mengurus pencatatan tersebut.

“Ini model seperti di bank-bank, kalau sudah dapat nomor antreannya, nanti langsung masuk ke verifikasi, kalau sudah lulus di verifikasi, langsung ke pendaftaran, lansung ke cetak atau entri data sekaligus dicetak langsung ditandatangani. Dan saat keluar dari kantor ini, sudah membawa apa yang diinginkan,” ujarnya saat ditemui di kantornya.

Ditanya soal anggaran yang akan dikeluarkan dalam rancana tersebut, pihaknya masih menuggu dana yang akan dicairkan, sebab pihaknya hanya ditugaskan sebagai penerima alat untuk dipergunakan. Sementara pencatatan kartu keluarga selama satu hari, jumlahnya mencapai 280-330 tiap hari.

Lebih lanjut ia menjelaskan, banyak antrean pemohon dari tahun 2018 hingga awal 2019 ini perlu disikapi dengan tegas, sebab keinginan pemerintah dalam kurun waktu satu hari semua permohonan pembuatan KK dapat terselesaikan.

“Kalau pemohon dalam waktu sehari dibawah 200 orang itu bisa selesai satu hari, kalau diatas itu memungkinkan tidak selesai dalam waktu sehari,” jelasnya.

“Selama ini yang banyak diajukan adalah perubahan data dan penambahan keluarga, pengurangan karena meninggal dan perubahan pendidikan dan perubahan status,” ujarnya

Jumlah pemohon yang cukup banyak, dengan mesin pencetak hanya satu buah, ia mengiginkan ada penambahan mesin pencetak.

“Untuk sekarang mensin pencetaknya hanya satu, satunya sudah rusak dan dalam proses perbaikan,” tungkasnya.

Untuk memperbarui data yang ada di Sumenep, pihaknya meminta kepada semua masyarakat agar juga ikut andil dalam proses pencatatan.

“Kalau ada keluarnya yang meninggal laporkan kepada kami agar data kami di ubah,”tandasnya. (km43/rei)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *