Antusiasme di Luar Dugaan Panitia, Vaksinasi Anggota Pramuka Timbulkan Kerumunan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) PENUH: Pelajar Pramuka berdesakan untuk mengantre bisa mendapatkan vaksin.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN-Kegiatan vaksin massal untuk anggota Pramuka di Bangkalan justru menimbulkan kerumunan. Akibat peserta yang datang membeludak, petugas sempat kewalahan untuk mengatur dan mengurai antusias para pelajar.

Kondisi yang terlihat, banyak pelajar yang berjubel dan berdesakan agar bisa divaksin. Bahkan banyak pula terlihat wali siswa yang ikut mengantre dan berdesakan agar anaknya segera bisa disuntik vaksin.

Ketua Harian Gerakan Pramuka Kwarcab Bangkalan, Moh. Saad Asj’ari saat dikonfirmasi menyampaikan, pihaknya meminta maaf atas kejadian vaksinasi yang menimbulkan kerumunan tersebut.

“Sekali lagi, saya minta maaf atas kejadian ini. Kami juga tidak tahu ternyata antusias pelajar ini sangat tinggi. Kejadian ini di luar kehendak kami. Sudah kami wanti-wanti orang tua untuk tidak ikut, ternyata masih datang mengantar dan ikut antre,” ucapnya saat dikonfirmasi di Pendopo Pratanu Pemkab Bangkalan, Rabu (25/8/2021).

Mantan kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Bangkalan ini menjelaskan, pihaknya sebenarnya sudah mengantisipasinya. Salah satunya mengarahkan pelajar yang baru datang ke ruang tunggu.

Untuk mengurai kerumunan, loket pendaftaran juga dibagi menjadi dua. Namun, hal tersebut di luar kendali dan dugaannya bahwa pelajar yang datang melebihi pendataan yang diterimanya dari sekolah.

“Antusiasme vaksinasi ini ternyata tidak hanya dari pelajar, tapi dari masyarakat umum juga datang. Kami sudah minta pada bapak ibunya untuk sabar dan mengantre, tapi kami kesulitan,” ujarnya.

Sementara itu, petugas yang dia minta untuk mengantisipasi hal tersebut juga kewalahan. Bahkan, pengamanannya sudah melibatkan petugas dari Satpol PP, Dinas Perhubungan (Dishub), Polres Bangkalan dan TNI.

Rinciannya, 10 personil Polres Bangkalan, 10 petugas Dishub, 5 personil Kodim Bangkalan dan 10 petugas Satpol PP Bangkalan. Sedangkan untuk nakes yang disediakan ada 6 tim dengan personil sebanyak 8 hingga 10 orang. Termasuk 1 tim nakes dari Polres Bangkalan.

Kegiatan tersebut sebelumnya juga telah meminta izin pada Polres Bangkalan dan sudah diizinkan.

“Kami bahkan tidak hanya bersurat tapi juga by lisan untuk meminta petugas ini. Dan kedatangan anggota Polres permintaan dari kami. Kami paham akan terjadi, sudah kami antisipasi dengan skema yang ada, tapi kami masih kesulitan,” ungkap Saad.

Target 1.000 vaksin pelajar pramuka ini terdiri dari sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA). Totalnya ada 700 pelajar SMP dan sisanya pelajar SMA. Namun, saat kegiatan berlangsung, banyak pelajar yang tidak terdata ikut datang ke lokasi vaksinasi.

“Jadi mau tidak mau harus kami layani. Kami sudah koordinasi dengan Dinkes langsung untuk menambah vaksinnya,” jawabnya sambil meminta maaf kembali.

Kepala Dinkes Bangkalan Sudiyo mengakui bahwa ada tambahan vaksin pada kegiatan itu. Setelah menyediakan 1.000 dosis Sinovac, pihaknya menambah 1000 vaksin lagi dengan jenis vaksin moderna. Alasan menyediakan vaksin yang berbeda, karena saat ini stok vaksin Sinovac sudah habis dan  terpaksa menyiapkan vaksin dengan jenis lainnya.

“Tapi khusus pelajar Pramuka di bawah umur 18 tahun tetap kami khususkan untuk vaksin Sinovac. Bagi pelajar dan masyarakat umum yang datang dengan umur di atas 18 tahun akan kami beri vaksin Moderna,” ungkapnya saat meninjau kegiatan tersebut.

Terkait kerumunan yang ditimbulkan akibat vaksinasi tersebut, Sudiyo meminta agar ada kesadaran dari masing-masing orang tua dan pelajar. Jauh-jauh hari dia sudah melakukan imbauan agar tertib dan taat untuk menunggu panggilan vaksin.

“Kerumunan ini masih tahap wajar, asal tidak sampai berebut. Kalau berebut ini artinya sudah tidak bisa dikendalikan,” pesannya.

Sementara itu, Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron yang juga turun meninjau  kegiatan tersebut mengatakan, dengan vaksinasi ini, diharapkan kekebalan komunal bisa bertambah dan sesuai target. Menanggapi timbulnya kerumunan, diakuinya di luar dugaan. Sebab, saat meninjau, dia juga melihat banyak orang tuanya yang datang menunggu.

“Ini sangat luar biasa dan tentunya akan lebih kami antisipasi agar tidak menimbulkan kerumunan seperti ini lagi,” tandasnya. (ina/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *