APBD Defisit Ratusan Juta, Pemkab Sampang Tak Khawatir

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) SELISIH: Jika tidak ditopang anggaran pemerintah pusat, APBD di Sampang tahun ini diperkirakan mengalami kekurangan.

KABARMADURA.ID, SAMPANG -Pengelolaan keuangan daerah di Kabupaten Sampang tahun ini sedang diuji. Pasalnya, belanja daerah melebihi nilai anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun 2021.

Berdasarkan penelusuran Kabar Madura, selisih APBD Sampang dengan rencana belanja daerah tidak sedikit. Yakni, sebesar Rp239.781.514.688. Tercatat, belanja daerah di Sampang tahun ini sebesar Rp2.092.970.522.377.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, APBD tahun ini hanya sebesar Rp1.853.189.007.689.

Kabid Perbendaharaan Badan Pendapatan Pengelolaan Kekayaan Aset Daerah (BPPKAD) Laili membenarkan hal itu. Saat dikonfirmasi, pihaknya tidak menyangkal, belanja daerah lebih besar dari pendapatan daerah. Sehingga, pelung defisit cukup banyak.

“Defisit ini dilihat dari belanja daerah. Sementara belanja daerah belum seratus persen terealisasi. Bisa saja ada anggaran yang tidak terserap. Maka akan memperkecil defisit, ” ucapnya.

Dia menegaskan, defisit anggaran sudah biasa terjadi. Bahkan diakui, terjadinya defisit bukan menjadi masalah yang serius. Sebab, pemerintah memiliki perhitungan lain untuk menutupi kekurangan anggaran jika belanja daerah lebih besar.

Salah satunya, pemerintah mengandalkan tambahan anggaran dari pemerintah pusat. Hal itu diakui bisa menutupi kekurangan anggaran daerah. Sehingga, pihaknya tidak khawatir, meski perkiraan sementara mengalami defisit anggaran.

Ditanya soal total anggaran yang bersumber dari Anggaran pendapatan dan belanja nasional (APBN), Laili mengaku belum bisa menyampaikan. Sebab, menurutnya, tidak semua anggaran dari pusat dipastikan turun. Meski sebagian program sudah direalisasikan.

Dikatakan, belanja daerah dari berbagai instansi pemerintah tercatat di aplikasi pengelolaan keuangan. Sehingga, defisit anggaran akan dipastikan terjadi jika menjelang akhir tahun. Namun, diakuinya, untuk hitungan sementara masih defisit.

Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sampang Aulia Rahman, mengaku adanya selisih belanja daerah dengan APBD ini salah satu kelalaian pemerintah. Sebab, dalam pembahasan anggaran di Dewan semua program tidak terinci. Sehingga, ada anggaran yang tidak terperinci dibahas. Akibatnya, belanja daerah lebih besar dari kemampuan APBD.

“Ini yang pernah kami sampaikan sebelumnya. Banyaknya program yang bersifat gelondongan dalam penganggarannya. Sehingga, ketika diperinci membengkak untuk anggaran belanja daerah,” ucapnya.

Pihaknya berharap, pemerintah harus lebih profesional dalam pengelolaan anggaran. Program prioritas harus diutamakan. Sehingga, penggunaan anggaran lebih efektif dan efesien.

“Adanya refocusing akan mempersulit pemetaan prioritas anggaran jika pemerintah gegabah. Kami berharap ada skala prioritas untuk direalisasikan tahun ini,” ujarnya. (man/nam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *