APBD Sampang Menyusut Jadi Rp1,9 Triliun

  • Whatsapp
(FOTO: KM/dok) EFISIENSI: Terpuruknya perkonomian akibat wabah Covid-19 memaksa Pemkab Sampang menurunkan semua instrumen pendapatan di APBD Sampang 2021.

KABARMADURA.ID, SAMPANG-Setelah ditetapkan senilai Rp2,1 triliun, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2021 terkoreksi jadi Rp1,9 triliun dalam realisasinya.

Awalnya, APBD senilai Rp2,1 triliun sudah ditetapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang dalam Peraturan Bupati Sampang (Perbup) Nomor 89 Tahun 2020 tentang Penjabaran APBD tahun anggaran 2021.

Bacaan Lainnya

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Pendapatan Pengelolan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Sampang Hurun Ien mengatakan, banyak penurunan dari pendapatan asli daerah (PAD), transfer dan dan penapatan sah lainnya.

Kondisi APBD itu sudah berkali-kali berubah karena adanya refocusing. Pihaknya sudah menurunan pendapatan dana alokasi umum (DAU). Bahkan dalam APBD perubahan nanti, juga akan menurunkan PAD, alokasi dana bagi hasil (DBH) dari pusat, dana alokasi khusus (DAK), karena tidak akan ditranser.

Saat ini, semua target panerimaan sulit dicapai. Sebagaimana ditargetkan sebelumnya, PAD yang bersumber pajak daerah senilai Rp36 miliar, retribusi daerah Rp32 miliar, pengelolaan kekayan daerah yang dipisahkan Rp25 miliar dan lain-lain PAD yang sah Rp135 miliar.

Terpuruknya ekonomi akibat pandemi menjadi alasan utama. Sehingga PAD juga harus diturunkan dan disesuaikan dengan potensi yang ada saat ini.

“Pajak hotel, restoran dan sumber pendatan lainnya di tengah merebaknya wabah covid-19 ini sangat minim, maka targetnya harus kita turunkan nanti,” ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sampang Fadol meminta agar Pemkab Sampang lebih bijak dan berasaskan kebutuhan dalam membelanjakan anggaran daerah. Untuk itu, proses penganggaran kegiatan harus melihat kebutuhan prioritas yang selaras dengan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD).

Dengan begitu, politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sampang itu terus mendorong agar pemkab lebih kreatif dalam mencari sumber pendapatan baru, sehingga tidak tergantung terhadap dana transfer dari pemerintah pusat. Yakni dapat meningkatkan PAD melalui potensi yang ada, semisal membuka wisata alam dan semacamnya.

“Prinsipnya, Pemkab dalam merealisasikan anggaran ini harus efektif dan efisien serta berdasarkan skala prioritas daerah, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat,” terangnya.

Reporter: M. Subhan

Redaktur: Wawan A. Husna

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *