APBD Sumenep Hasilkan SILPA Rp300 Miliar hingga Rp600 Miliar Setiap Tahun

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) TETAP JUMBO: SILPA APBD Sumenep dari tahun ke tahun nilainya masih ratusan miliar.

KABARMADURA.ID | SUMENEP-Sisa lebih pembiayaan anggaran (SILPA) dari tahun ke tahun di Sumenep masih cukup besar. Dalam lima tahun terakhir, nilainya dari Rp300 miliar hingga Rp600 miliar. Hal tersebut diakibatnya tidak terpenuhi serapan anggaran di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) setiap tahun.

Sehingga menjadi sisa lebih perhitungan anggaran (SiLPA) yang dapat dipergunakan sebagai sumber pendapatan pada APBD tahun berikutnya. Tahun 2021, SILPA sebesar Rp309 miliar (selengkapnya lihat grafik).

Bacaan Lainnya

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Sumenep Rudi Yuyianto mengatakan, besarnya SILPA yang dihasilkan dalam setiap tahun, perlu dievaluasi pada tahun berikutnya. Tahun 2021 angka SILPA senilai Rp309 dari anggaran APBD Rp2,8 triliun.

“Nantinya masih akan diaudit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK),” katanya, Selasa (11/01/2022).

Dikatakan, SILPA tahun 2021 lebih sedikit dari pada 2020. Menurutnya, hal tersebut karena serapan anggaran di tingkat organisasi perangkat daerah (OPD) yang cukup baik.

Rudi menegaskan, sejatinya, komitmen dalam menyerap anggaran kegiatan sangat diseriusi OPD, namun  untuk menjadi nol SiLPA, hal itu dinilai tidak mungkin terjadi.

“Untuk 2021 saya kira ada peningkatan kinerja, terutama dalam serapan kegiatan,” tukasnya.

Terpisah, Ketua DPRD Sumenep Abdul Hamid Ali Munir meminta kinerja Pemkab Sumenep harus digenjot lagi, terutama dalam pelaksanaan kegiatan yang sudah teranggarkan. Dia ingin, dalam setiap tahun, SILPA harus lebih sedikit. Sebab, hal tersebut menandakan bahwa OPD serius dalam melaksanakan kegiatan.

Dia mengakui adanya penurunan SILPA dari tahun sebelumnya. Namun, tegas Abdul Hamid, Pemkab Sumenep tidak boleh berbesar kepala. Ke depan, harus lebih optimal merealisasikan program dan kegiatan. Sebab, silpa saat ini bukan kecil. Hanya, saja lebih kecil dari tahun sebelumnya

“Salah satu indikator pemkab berhasil melaksanakan kegiatan bisa dilihat dari besaran SILPA, maka perlu kerja keras lagi,” papar Abdul Hamid.

Politisi PKB itu meminta kepada semua OPD untuk benar-benar fokus bekerja. Bagi OPD yang memiliki kegiatan fisik besar, pada tahun 2022 disarankan melakukan lelang lebih awal. Hindari mengajukan tender pertengahan tahun, apalagi jelang tutup tahun.

“Intinya, semua kegiatan perlu diseriusi,” tandasnya.

SILPA APBD SUMENEP DARI TAHUN KE TAHUN

*2018

APBD: Rp2.486.861.383.624,00

SILPA: Rp486 M

*2019

APBD: Rp2.876.067.400.672,00

SILPA: Rp667 M

*2020

APBD: Rp2.887.094.821.390,97

SILPA: Rp439 M

*2021

APBD: Rp2.699.540.796.984,00

SILPA: Rp309 M

*2022

APBD: Rp2.644.247.005.822,00

 

SUMBER: BPKPD Sumenep

Reporter: Imam Mahdi

Redaktur: Wawan A. Husna

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *