APBDes Wajib Diunggah, DPMD Sumenep Ingatkan Pemdes

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH RAZIN) TIDAK TUNTAS: Semua desa masih belum bisa mencairkan DD.

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Sampai memasuki pertengahan triwulan pertama, masih belum ada satupun desa-desa di Sumenep yang melakukan pengajuan pencairan dana desa (DD. Kondisi itu berdampak pada proses realisasi anggaran di desa.

Kepala Bidang (Kabid) Pemerintah Desa (Pemdes) Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep, Supardi menyampaikan, salah satu penyebab lambatnya proses pencairan karena  salah satu syaratnya harus mengunggah Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) belum diunggah. Sementara hasil evaluasi sampai saat ini belum ada satu pun yang mengunggah APBDes.

Bacaan Lainnya

“Salah satunya adalah persoalan APBDesnya, termasuk laporan APBDes yang tahun 2020. Laporan itu harus discan dan diinput. Tidak ada satupun desa yang menyelesaikan itu,” katanya.

Kejadian serupa tidak hanya di Kota Keris, bahkan seluruh desa di Madura, kata Pardi juga tidak ada satu pun yang melakukan pengajuan dan mencairkannya. Hal itu alasanya rata-rata desa masih belum sepenuhnya memahami terkait perubahan dan teknis pencairan di masa mewabahnya Covid-19 ini.

Sebab, yang menjadi salah satu persyaratan tahun 2021 desa wajib mengajukan data penerima bantuan langsung tunai dari dana desa (BLT DD). Yang pada tahun 2021 diperpanjang hingga 12 bulan dengan besaran bantuan sebesar Rp300 ribu.

“Termasuk masih belum satu pun desa mempublikasikan APBDes tahun 2021. Ini yang menjadi tidak mudah. Mestinya saat ini sudah cair,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris Asosiasi Kepala Desa (AKD) Sumenep Abdul Hayat menjelaskan, untuk memaksimalkan fungsinya, maka akan segera menggelar konsolidasi, agar segala tahapan pencairan bisa rampung.

“Memang persoalan laporan dan persyaratan sering kami koordinasikan, memang ada beberapa desa yang harus diberikan pemahaman,” paparnya. (ara/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *