oleh

APD Sekali Pakai Banyak Kuras Anggaran, Bantuan Swasta Nyaris Habis

Kabarmadura.id/PAMEKASAN–Besarnya anggaran dana refocusing untuk penanganan Covid-19 bagi rumah sakit dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan menjadi besar, lantaran banyak alat kesehatan (alkes) yang disposable atau sekali pakai langsung dibuang.

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waru dr. Hendarto mengatakan, alat pelindung diri (APD) yang dipakai oleh para petugas medis yang menangani pasien Covid-19 banyak disposable, di antarnya adalahAPD seperti masker dan baju hazmat.

Hendarto mengakui bahwa harganya tidaklah murah, satu set hazmat bisa seharga Rp350 ribu dan itu menurutnya sekali pakai.

“Karena APD itu banyak yang satu kali pakai, satu kali pakai itu seperti masker dan hazmat, kalau seperti sepatu dan tutup kepala itu tidak, tapi hazmat itu harganya satu set Rp350 ribu sekali dipakai langsung buang,” ucapnya.

Sedangkan bantuan APD dari masyarakat dan lembaga swasta, tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan alat kesehatan di RSUD Waru, bahkan sejumlah komunitas seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan lembaga lain yang memberi bantuan APD, sudah hampir habis, termasuk bantuan APD dari dr. Tirta Mandira Hudhi, dokter yang viral setelah banyak membantu paramedis.

“Alhamdulillah APD di Waru itu cukup, namun kita harus menggunakan anggaran karena kalau hanya menunggu bantuan akhirnya habis juga. Kemarin kami dapat bantuan banyak, dari dokter Tirta, dari IDI dan lain sebagainya, stok terakhir hazmat sisa 77 hazmat, lalau prediksi satu hari misalnya keluar enam masih cukup sampai akhir bulan ini,” ulasnya.

Kendati demikian, ia mengaku, anggaran yang pihaknya gunakan cukup terkontrol lantaran perbelanjaannya terukur terhadap setiap item dan unit yang dibutuhkan.Setiap item alat kesehatan yang dibuthukan dapat dibeli melalui anggaran yang disediakan, tidak seperti penanganan di bidang sosial yang tidak bisa dirinci dengan jelas.

“Saya berharap kasus ini cepat selesai, mudah-mudahan anggaran tidak terpakai, saya berharap uang itu tidak terpakai, kecuali yang, mohon maaf, di bidang lain untuk mengamankan bidang sosial, itu mungkin beda, kalau kami terukur, ketika misalnya kita butuh kita beli,” tegasnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan dr. Achmad Marsuki mengungkapkan, besaran anggaran yang telah disiapkan Pemkab Pamekasan kepada pihaknya sebesar Rp14 miliar, hingga saat ini diakuinya hanya terserap belasan persen saja.

“Secara keseluruhan anggaran yang disediakan Rp14 miliar, namun hingga saat ini yang terserap masih belasan persen, semoga kita sampai menggunakan anggaran ini,” ulasnya. (ali/waw)

Komentar

News Feed