Aplikasi B-Lanja Strosia Diprediksi Bersaing hingga Kancah Nasional

(FOTO KM/HELMI YAHYA) INOVATIF: Salah satu pengusaha asal Bangkalan menciptakan aplikasi B-Lanja Storesia untuk mempermudah transaksi online.

KABARMADURA.ID | Salah satu pengusaha asal Bangkalan membuat terobosan baru di bidang transaksi atau penjualan. Ia menciptakan aplikasi belanja online bernama B-Lanja Storesia. Aplikasi yang masih seumur jagung tersebut digadang-gadang akan mampu bersaing dengan aplikasi belanja lainnya.

HELMY YAHYA, BANGKALAN

Perkembangan dunia digital yang semakin pesat menjadi salah satu alasan dibuatnya aplikasi tersebut. Selain itu, B-Lanja Storesia tidak hanya menjadi media bagi para pengusaha untuk mempromosikan barangnya, tapi juga menjadi wadah bagi untuk menjalin kerja sama dalam hal pengiriman barang.

Direktur B-Lanja Storesia Bangkalan Muhammad Alaydrus menyampaikan, awal mula pembuatan aplikasi tersebut berangkat dari kekhawatirannya terhadap kebangkrutan usahanya di bidang industri makanan dan kerajinan jika tidak ada cara baru dalam penjualan.

“Saya berpikir bahwa era kita saat ini sudah berbasis teknologi, bisa bangkrut kita kalau tidak mampu mengikuti zaman,” ungkap pria yang kerap disapa Ali tersebut.

Ia sendiri mengaku berusaha mencari peluang dan relasi untuk menciptakan aplikasi tersebut, baik dengan kalangan pengusaha maupun pemerintah. “Awalnya saya kesulitan cari relasi ini, tapi akhirnya dipertemukan,” ulasnya.

Upayanya membuahkan hasil, ia bertemu dengan orang yang bisa diajak bekerja sama untuk pembuatan aplikasi penjualan online. “Saya buat aplikasinya itu pakai dana pribadi, kemudian meminta bantuan pembinaan Pemkab,” jelasnya.

Dalam membangun aplikasi tersebut, Ali menggelar sosialisasi dan membuka pendaftaran secara gratis bagi yang berminat menjadi mitra.  “Karena katanya tidak ada dana, ya saya buat saja sendiri,” ucapnya.

Ia mengungkapkan, biaya yang yang dikeluarkan untuk membangun B-Lanja Storesia diperkirakan mencapai Rp700 juta. Ia juga berencana menaikkan level aplikasinya ke tingkat provinsi jika di Bangkalan telah mendapatkan 100 mitra. Kemudian, akan dinaikkan lagi ke tingkat nasional jika di provinsi mencapai 100 mitra.

“Sementara ini kita berusaha kerja keras dulu di Bangkalan. Sebab, di Surabaya banyak yang menunggu, sebelum nanti sudah berskala nasional,” pungkas Ali menutup cerita.

Redaktur: Muhammad Aufal Fresky

Tinggalkan Balasan