Aplikasi Signal Sepi, Masyarakat Sumenep Masih Terbiasa Offline

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) SEPI PEMINAT: Aplikasi signal masih enggan diminati masyarakat. Sebab, dianggapnya ribet dalam mengeperasikannnya.

KABARMADURA.ID, SUMENEP-Aplikasi Samsat Digital Nasional (Signal) belum berjalan maksimal di Sumenep. Indikasinya, hingga saat ini sedikit peminat. Setiap harinya, masyarakat yang melakukan perpanjangan STNK atau pembuatan STNK baru lebih memilih pada pembayaran secara offline. Alasannya, tidak mau ribet dalam menagktifkan aplikasi tersebut.

Kepala Unit Registrasi Identifikasi (Kanit Regident) Polres Sumenep Ipda Junaidi menjelaskan, masyarakat yang memakai aplikasi Signal sangat sedikit, yakni 1 hingga 3 orang. Masalah ini disebakan karena masyarakat enggan mengoperasikan aplikasi tersebut.

“Bagi kami, pembayaran pajak kendaraan secara online menjadi suatu kemudahan di tengah berlakunya pembatasan mobilitas. Namun Masyarakat sangat enggan. Mereka lebih memilih datang ke Samsat,” katanya, Minggu (22/08/2021).

Dijelaskan, Signal merupakan aplikasi yang dirancang dan dibangun oleh Korlantas Polri agar memudahkan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan dari Polri untuk melakukan pengesahan STNK tahunan, pembayaran pajak ranmor dan SWDKLJ.

“Saat ini sudah bisa diakses dalam masa uji coba yang dimulai sejak 21 Juni secara nasional. Untuk di Sumenep dilaksanakan pada Awal Juli 202. Aplikasi ini bisa diunduh melalui playstore buat gadget android,” papar Ipda Junaidi.

Meski belum maksimal, dirinya berjanji dalam waktu dekat akan melakukan sosialisasi secara besar-besaran. Tujuannya, masyarakat tidak harus berkunjung ke Samsat dan cukup stay di rumahnya dengan mengoperasikan aplikasi tersebut.

Meski begitu, Korlantas Polri terus berupaya untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan memperkenalkan aplikasi pembayaran pajak kendaraan generasi kedua, yakni Samsat Digital Nasional (Signal).

Sementara itu, Hasbullah asal Lenteng mengakui belum menggunakan aplikasi tersebut. Sebab, terkadang terkendala jaringan. Selain itu, belum memahami akan pentingnya aplikasi Signal tersebut.

“Kami setiap melakukan pembayaran pajak melalui offline,” ungkap Hasbullah. (imd/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *