Aplikasi Sirekap Gagal Menghitung Cepat Hasil Pilkada

  • Whatsapp
(FOTO: KM/SYAHID MUJTAHIDY) EVALUASI: Aplikasi Sirekap sebagai fasilitas hitung cepat yang disediakan KPU kalah cepat dibanding penghitungan dan rekapitulasi manual.

KABARMADURA.ID, SUMENEP – Hingga Minggu (13/12/2020), hitung cepatPemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sumenep belum juga 100 persen. Sementara, penghitungan suara secara manual sudah masuk rekapitulasi tingkat kabupaten pada 14 Desember 2020.

Bahkan, rekapitulasi tingkat panitia pemilihan kecamatan (PPK) tinggal menyisakan tiga kecamatan dan diprediksi siap direkap di tingkat kabupaten pada Senin, 14 Desember 2020.

Bacaan Lainnya

Hingga Minggu (13/12/2020) pukul 20:29.20 WIB, hitung cepatbernama Sirekap milik Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia (RI) tersebut, baru menyajikan hasil suara di 2.142 tempat pemungutan suara (TPS) dari 2.500 TPS di Sumenep. Sehingga masih ada 358 TPS yang belum masuk di aplikasi.

Dengan data yang masuk sebanyak 533.023 suara sah atau 85,68 persen, sehingga menyisakan 14,32persen. Dari suara tersebut, pasangan calon (paslon) nomor urut 1, Achmad Fauzi-Dewi Khalifa meraup 279.442 suara dan paslon nomor urut 2, Fattah Jasin-M Ali Fikri Warits meraih 253.581 suara.

Data dari TPS yang masuk 100 persen berasal dari Kecamatan Talango, Saronggi, Ganding, Ambunten, Dasuk, Rubaru, Gapura, Gayam, Nonggunong, Raas dan Batuan. Sisanya belum penuh 100 persen.

Khusus Kecamatan Masalembu, tidak satu persenpun data yang tersaji.Kecamatan di wilayah Kepulauan Sumenep tersebut terdapat empat desa dengan 65 TPS.

Menurut pengamat sosial politik asal Sumenep, Syaiful Rahman, seharusnya aplikasi Serekap bisa menyajikan hitung cepat dari KPU dan  sudah bisa rampung, agar masyarakat sudah bisa menerka pasangan calon (paslon) yang menang.

Dengan kondisi yang terjadi, menurut mahasiswa pasca sarjana Ilmu Sosial dan Politik Unisma Malang tersebut, masyarakat Sumenep cukup beruntung. Sebab, Sirekap dibatalkan menjadi hasil resmi setelah sebelumnya sempat direncanakan akan dijadikan sebagai panduan hasil resmi.

“Hitung cepat itu harusnya lebih cepat, sampai sekarang belum masih,” ujarnya kepada Kabar Madura.

Sedangkan, Komisioner KPU Sumenep Divisi Teknis Rahbini yang menggawangi Sirekap menjelaskan, keterlambatan ituakibat tidak semua titik di Sumenep memiliki sinyal internet yang memadai. Salah satunya di Kecamatan Masalembu yang berada di Kepulauan Sumenep.

“Itu Sirekap tergantung sinyal. Artinya, sinyal untuk internet tidak terjangkau di Masalembu. Jadinya tidak ada, tidak bisa ngirim. Jadi memang harus dikirim di signa yang sangat kuat,” pungkasnya. (idy/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *