oleh

AQ: Covid-19, Cara Tuhan Merestart Kehidupan

Kabramadura.id-Pada Bulan Maret, Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo mengumumkan kasus pertama Covid-19 di Indonesia, yang menyangkut dua warganya terinfeksi dengan klaster warga asing.

Sejak bulan itu, grafik pasien terinfeksi Covid-19 terus bertambah hingga menjelang akhir Bulan Mei. Meningkatnya kasus tersebut membuat pemerintah menerapkan langkah ekstrem, yakni pembatasan sosial berskala besar (PSBB) bagi daerah tertentu, layaknya di Surabaya Raya untuk Provinsi Jawa Timur yang meliputi Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik.

Di balik wabah yang tidak sebatas meresahkan warga Indonesia tapi juga menyasar negara-negara di dunia itu, Tokoh Nasional Achsanul Qosasi melihat Covid-19 dari sisi positifnya. Kata pria yang familiar disapa AQ itu, adanya wabah Covid-19 sebagai cara Tuhan untuk me-restart kehidupan.

Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI itu mencontohkan, dengan adanya penerapan pembatasan mobilitas membuat polusi di dunia kian berkurang. Hal itu tidak terlepas dari lalu lalang transportasi yang setiap hari tiada henti, hingga bagi daerah dengan tingkat perekonomian tinggi, lalu lalang kendaraan bisa 24 jam.

“Ini sesuatu yang berbeda. Mungkin ini cara Tuhan untuk me-restart, iya me-restart. Dulu polusi sangat banyak, ternyata sekarang tidak. Sekarang ozon di Antartika mulai terbuka. Ini cara Tuhan mengingatkan kepada kami. Istirahat dulu,” ujar AQ.

Per-Jumat (22/5/2020) hari ini, terhitung Hari Raya Idul Fitri sudah tinggal dua hari. Di balik sisi positif Covid-19, pria asal Kecamatan Lenteng, Sumenep itu menceritakan sisi positif dari Covid-19 bisa membuat Bulan Ramadan sangat berkesan.

Hal itu tidak terlepas dari Presiden Madura United itu bisa menyantap hidangan buka puasa hampir setiap hari bersama keluarga. Itu berbanding terbalik dengan Bulan Ramadan tahun-tahun sebelumnya yang bisa dikatakan hanya sekitar 4 atau 5 kali berbuka puasa di rumah. Lantaran, dirinya sibuk bekerja dan bersilaturrahim dengan berbuka bareng rekan-rekannya dari ragam latar belakang.

“Bulan Ramadan yang lalu-lalu, saya hanya buka puasa dengan keluarga  sekitar 4 atau 5 kali. Itu seminggu sebelum Ramadan sudah full list. Di hari kerja tidak ada waktu untuk berbuka puasa di rumah. Sekarang, hampir setiap hari berbuka puasa di rumah,” pungkasnya. (idy/nam)

Komentar

News Feed