oleh

Asah Kreativitas dengan Terbitkan Majalah

 KABARMADURA.ID, BANGKALAN -Beberapa siswa di Madrasah Aliyah (MA) tidak hanya mengenyam pendidikan formal. Sebanyak 10 siswa MA Darusaalam, Kecamatan Modung membuat karya tulis berupa majalah.

10 siswa ini mampu menerbitkan 16 majalah. Beberapa rubriknya yaitu; opini, oase, investigasi, cerpen, puisi, biografi tokoh, puisi, resensi buku, pandangan tokoh masyarakat, perspektif siswa, artikel guru, anekdot, topik utama, artikel islami, hingga artikel mahasiswa yang alumni Darussalam.

“Majalah yang kami terbitkan bukan saja punya kru Oasis sendiri, di dalam juga ada karya tulis siswa MA Darussalam. Karena tujuan Oasis sebenarnya ingin menampung tulisan siswa yang ada di Darussalam,” kata pimpinan umum Oasis MA Darussalam, Modung, Abdul Hannan, Selasa (24/3/2021).

Lanjut dia, terbitan pertama beraneka ragam pembahasannya. Sebab, di Oasis selalu berusaha mencari tema yang sekiranya cocok dengan zaman. Seperti yang pertama itu terkait sama cinta dan cita-cita seorang pemuda. Terbitan ke-2 membahas tantangan seorang muslim di era modern.

“Majalah ke-3 kami tentang permasalahan dalam tulis menulis, ke-4 tentang moral madura yang merosot, ke-5 tentang media sosial, ke-6 tentang dinamika pendidikan pesantren, ke-7 tentang potensi wanita, ke-8 tentang fenomena pikiran manusia, ke-9 tentang politik, ke-10 tentang kemerosotan umat Islam,” ujaranya.

Masih menurut Hannan, pembuatan majalah di Oasis tidak menentu waktunya. Karena mereka harus membagi waktunya dengan belajar di sekolah dan belajar mengaji di pondok. Meskipun begitu, dia sudah membuat deadline untuk mengatur semuanya..

“Dalam artian kami gak bisa fokus ngurus penggarapan majalah, kadang-kadang bisa selesai 2 bulan atau lebih untuk 1 majalah,” jelasnya.

Dalam setahun, dia dan 10 teman lainnya bisa membuat 2 majalah di akhir semester. Biasanya dia target dari awal kembali ke pesantren untuk bisa selesai kinerjanya sebelum pulang kembali, atau masuk masa libur sekolah dan pondok.

Meski sudah menerbitkan puluhan tulisan dan majalah, Hannan dan teman-temannya belum mengikuti lomba menulis. Alasannya selama ini dia masih belum ikut lomba karena keterbatasan komunikasi sebab masih ada di naungan pesantren. Oasis sendiri katanya, merupakan Komunitas Literasi Darussalam (KLD). Dari sini, dia dan teman-temannya bisa belajar teori tulis menulis.

“Dan komunitas ini pun kami jadikan sebagai salah satu sarana kru kader Oasis selanjutnya. Tidak hanya itu, di akhir tahun ada tes masuk kru Oasis MA Darussalam. Seperti uji kemampuan tulis menulis, kemampuan mental, disiplin dan semangatnya. Dari situ kami punya penerus kru Oasis yang selanjutnya,” tandasnya. (ina/maf)

Komentar

News Feed