Aset Pribadinya Dicaplok, Anggota DPRD Sampang Polisikan Kontraktor

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) DIRUGIKAN: Kumala Puspita Hadi menunjukkan bukti laporan ke polisi karena lahan rumah dicaplok pekerjaan proyek dan fasilitas dirusak.

KABARMADURA.ID, SAMPANG-Pelaksana proyek drainase di Desa Pangilen Sampang dilaporkan ke polisi. Fasilitas gudang milik salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sampang itu diduga dirusak dan lahannya dicaplok.

Bahkan, diduga air yang bersumber dari sambungan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) digunakan untuk kebutuhan proyek tanpa izin. Sehingga, Kumala Puspita Hadi melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian, Senin (23/8/2021).

Bacaan Lainnya

Laporan itu secara resmi diterima anggota polisi di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Sampang bernama Aipda A. Wafdan Suaidi. Dalam surat laporannya, tertera dugaan pencurian atau pengrusakan fasilitas pribadi.

Kumala Puspita Hadi mengaku dirugikan dengan kejadian itu. Sebab kejadian pengrusakan sudah terjadi lebih dari sekali. Saluran dirusak dan airnya dialiri ke lokasi proyek. Setelah itu saluran kembali dipasang dan kembali dibongkar.

“Selama ini tidak izin ke keluarga saya. Kami juga punya harga diri. Saluran air dibongkar tanpa izin. Selain itu, lahan kami juga terimbas akibat proyek,” katanya.

Diungkapkan, proyek di sekitar lokasi gudang miliknya sudah empat bulan lamanya. Sejak itu, saluran air selalu dijebol dan dipakai. Namun, sebelumnya, pihaknya memilih diam dan memberikan toleransi. Sayangnya pekerjaan proyek masih secara diam-diam mengambil air tanpa izin.

Perempuan yang merupakan anggota DPRD Sampang itu mengaku menelusuri pemilik proyek atas nama H. Kadir. Namun setelah ditelusuri kembali, diduga milik pejabat pemerintah desa. Namun sejauh ini tidak ada itikad baik soal pencurian air dan pengrusakan water meter miliknya.

“Saya merasa dirugikan. Saya kaget ternyata tagihan air mencapai Rp12 juta lebih. Biasanya per bulan satu juta. Sementara proyek di sekitar rumah sudah sekitar empat bulan, ” katanya.

Pihaknya juga menyiapkan banyak saksi. Karena banyak yang melihat langsung air miliknya dialirkan ke lokasi pekerjaan proyek. Selain itu, adanya pengrusakan water meter yang dibongkar pasang. Namun setelah ditunggu itikad baik dari mereka, ternyata tidak ada.

Sementara Kasatreskrim Polres Sampang AKP Sudaryanto belum bisa memberikan keterangan. Berusaha dikonfirmasi melalui nomor ponselnya tidak tersambung. (man/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *