oleh

Aset Tiga Rekanan Terlibat Kasus Pengadaan Tandon Terancam Disita

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN -Kasus pengadaan tandon dan tempat cuci tangan, program Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pamekasan tahun anggaran 2020 lalu, hingga saat ini menjadi pekerjaan rumah (PR) Inspektorat.

Sebab, tempo pengembalian sisa uang proyek selama 60 hari setelah terbitnya laporan hasil pemeriksaan (LHP) telah berakhir sejak awal Januari lalu. Namun hingga saat ini, pengembalian tersebut belum 100 persen. Hal ini diungkapkan, Kepala Inspektorat Kabupaten Pamekasan, Moh. Alwi, Selasa (16/02/2021).

“Kami akan melakukan pemanggilan lagi untuk mereka (rekanan red) yang terlibat dalam program pengadaan tandon tersebut,” ujarnya.

Dia menyebutkan, dari 12 rekanan yang harus mengembalikan sisa uang, tinggal tiga rekanan belum mengembalikan. Jika terus tidak ada pengembalian, maka akan menyita aset yang dijadikan agunan untuk dilelang.

Namun sebelum dilakukan penyitaan, pihaknya masih akan melakukan pemanggilan ulang terhadap rekanan yang bersangkutan untuk diberikan surat pembebanan. Setelah surat pembebanan itu diberikan, maka akan ada tempo selama 90 hari untuk menyelesaikan pengembalian.

Menurutnya, langkah  tersebut sesuai dengan mekanisme penyelesaian dalam setiap perkara kerugian yang terjadi di daerah. Saat ini, satu diantara rekanan yang belum melakukan pengembalian 100 persen telah meninggal dunia. Namun, sebagian telah dikembalikan.

“Segera kami akan panggil mereka, dalam waktu dekat ini. Kami masih menyelesaikan yang lain-lain,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Pamekasan, Hendra Purwanto menuturkan, kasus tersebut sejauh ini masih dalam tahap penyelidikan. Untuk melanjutkan proses itu, masih menunggu pengembalian rekanan ke Inspektorat.

Menurutnya, pengembalian di deadline hingga bulan Maret mendatang. Jika belum mengembalikan hingga deadline tersebut,  maka akan melanjutkan proses penyelidikan. Bahkan, apabila menemukan dua bukti, tidak menutup kemungkinan untuk naik ke tahap penyidikan.

“Kalau itu kan terkait dengan kerugian Negara, kalau memang tidak mengembalikan kami proses,” tukasnya.

Untuk diketahui, BPBD Pamekasan pada tahun 2020 lalu melakukan kegiatan pengadaan tandon tempat cuci tangan senilai Rp4 miliar lebih. Program tersebut, sebagai penanganan wabah Covid-19. Namun, ditemukan kejanggalan dalam pengadaan tersebut. (ali/ito)

Komentar

News Feed