oleh

Asian Games Sebagai Modal Sosial Pariwisata Indonesia

Perhelatan olahraga tingkat benua Asia yang bernama Asian Games telah dibuka dan digelar di Indonesia sejak tanggal 18 Agustus 2018 lalu. Pesta olahraga tingkat Asia ini di ikuti oleh 45 negara dengan 40 cabang olahraga. Perhelatan ini sengaja ditempatkan di Jakarta dan Palembang sebagai wilayah yang insfrastrukturnya mendukung untuk event besar ini. Event yang diadakan setiap empat tahun sekali ini memberikan daya tarik tersendiri bagi seluruh warga benua Asia untuk datang dan mendukung kontingen negaranya di Indonesia.

Negara pertama yang menyelenggarakan Asian Games adalah India, waktu itu perhelatan olahraga terbesar se-Asia ini diadakan di ibu kota India yakni New Delhi. Seperti yang dilansir oleh ( www.asiangames2018.id ) Asian Games pertama diadakan di Delhi, India, 4-11 Maret 1951. Diikuti 491 atlet dari 11 Komite Olimpiade Nasional (NOC) yakni Afganistan, Burma, Ceylon/Sri Lanka, India, Indonesia, Iran, Jepang, Nepal, Filipina, Singapura, dan Thailand.

Asian Games pertama ini secara resmi dibuka Presiden Rajendra Prasa di Stadion Nasional Dhyan Chand, dengan memperebutkan 169 medali emas dan mempertandingkan enam cabang olahraga: atletik, akuatik (renang, loncat indah, dan polo air), bola basket, balap sepeda (jalan raya dan trek), sepak bola dan angkat besi. Tahun 2018 ini menjadi ajang pagelaran olahraga terbesar se-Asia yang ke 18 berada di Indonesia.
Indonesia Sebagai Tuan Rumah Asian Games

Indonesia sebagai salah satu negara peserta dari pesta olahraga se-Asia ini sudah dua kali diberikan kepercayaan sebagai tuan rumah terselenggaranya event Asian Games. Indonesia pernah menjadi tuan rumah Asian Games pada tahun 1962 dan 2018 sekarang.

Jika dulu hanya satu kota yang dijadikan sebagai tempat perhelatan olahraga Asia ini yakni berada di kota Jakarta. Namun, tahun 2018 ini diadakan di dua kota besar yakni Jakarta dan Palembang. Dua kota ini memiliki fasilitas dan insfrastruktur yang memadai untuk melaksanakan event akbar ini.

Perhelatan Asian Games tahun ini dibuka dengan opening ceremony di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) pada sabtu malam (18/8/2018) dan dianggap sebagai pembukaan olahraga yang spektakuler dan megah. Dalam pembukaan tersebut menampilkan berbagai kebudayaan Indonesia seperti tari-tarian dan kesenian lainnya.

Namun, hal yang disoroti oleh banyak pihak adalah ketika orang nomor satu di Indonesia yakni Presiden Joko Widodo yang di visualisasikan atraksi menunggangi motor gede menuju stadion GBK. Hal ini menjadi viral di dunia maya dan media sosial, banyak komentar lucu dan menarik terkait aksi dari mantan wali kota Solo itu. Ini menjadi hal yang menarik, bahkan di Korea Selatan aksi Jokowi ini menjadi trending topik di media sosial Korsel.

Sebagai Modal Sosial Pariwisata Indonesia

Asian Games yang dilaksanakan di Indonesia ini menjadi salah satu ajang pengenalan potensi-potensi yang dimiliki Indonesia, salah satunya adalah potensi wisata. ketika sorotan warga Asia mengarah ke Indonesia, dari itu Indonesia bisa memanfaatkan hal ini sebagai modal sosial untuk meningkatkan potensi yang dimiliki Indonesia salah satunya dari sektor pariwisata. Perhelatan ini tentunya banyak menarik wisatawan luar negeri untuk datang ke Indonesia guna mendukung kontingen negaranya masing-masing ataupun sekedar berwisata di Indonesia. Tentunya Indonesia dapat menambah modal sosial pariwisata melalui event dari Asian Games ini.

Menurut kajian ilmu sosiologi, modal sosial didefinisikan sebagai serangkaian nilai dan norma informal yang dimiliki bersama diantara para anggota suatu kelompok masyarakat yang memungkinkan terjadinya kerjasama diantara mereka (Francis Fukuyama, 2002). Tiga unsur utama dalam modal sosial adalah kepercayaan (trust), timbal balik (reciprocal) dan interaksi sosial.
Kepercayaan (trust) dapat mendorong seseorang untuk melakukan kerjasama dengan orang lain untuk memunculkan aktivitas ataupun tindakan bersama yang produktif. Trust merupakan produk dari norma-norma sosial yang sangat penting dan kemudian dapat menciptakan modal sosial. Fukuyama (2002), menyebutkan bahwa kepercayaan sebagai harapan-harapan terhadap keteraturan, kejujuran, perilaku kooperatif yang muncul dari dalam sebuah komunitas yang didasarkan pada norma-norma yang dianut bersama anggota pada komunitas-komunitas itu.

Unsur penting kedua dari modal sosial adalah reciprocal atau timbal balik dapat dijumpai dalam bentuk memberi, saling menerima dan saling membantu yang dapat muncul dari interaksi sosial. Unsur selanjutnya yakni interaksi sosial. Interaksi yang semakin luas akan menjadi semacam jaringan sosial yang lebih memungkinkan semakin meluasnya lingkup kepercayaan dan lingkup hubungan timbal balik.Jaringan sosial merupakan bentuk dari modal sosial. Jaringan sosial yakni sekelompok orang yang dihubungkan oleh perasaan simpati dan juga peraturan atau norma yang dibuat bersama. Jaringan ini biasa dibentuk atas dasar persamaan ideologi, politik, ras, agama dan lainnya (Fukuyama, 2002). Didalam modal sosial, dibutuhkan interaksi sosial sebagai sarana untuk menjalin kerjasama dan jaringan sosial. Interaksi sosial membutuhkan kontak sosial dan komunikasi, tanpa kedua unsur tersebut maka interaksi sosial tidak akan terjalin (Soekanto, 2007).

Dalam hal ini Indonesia sudah melakukan interaksi sosial dengan cara memperlihatkan berbagai potensi alam dan budaya dalam pembukaan Asian Games pada sabtu malam (18/8/2018) dan perhelatan Asian Games ini yang menyajikan berbagai fasilitas dan insfrastruktur yang baik akan menumbuhkan kepercayaan kepada semua negara peserta olahraga terbesar se Asia ini. Selain itu, sifat masyarakat Indonesia yang ramah akan menambah modal sosial Indonesia untuk menarik wisatawan luar negeri.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyatakan, kirab Obor Asian Games 2018 dan rangkaian kegiatan ajang empat tahunan Asian Games 2018 yang akan digelar di Jakarta-Palembang, dapat dijadikan sebagai bagian promosi objek wisata Indonesia. “Dengan ajang Asian Games di Indonesia, kami dari Kementerian bisa gencar mempromosikan tempat-tempat wisata di Nusantara, termasuk Palembang dan Jakarta yang menjadi tempat penyelenggaraan perhelatan tingkat Asia itu,” katanya di Denpasar, Selasa (24/7/2018) (https://lipsus.kompas.com ).

Seperti yang dikatakan oleh Menteri Pariwisata Indonesia bahwa perhelatan olaharaga Asian Gams yang dilaksanakan di Indonesia ini dapat menjadi peluang untuk menambah modal sosial pariwisata Indonesia. Dan pada sabtu malam kemarin adalah interaksi sosial Indonesia kepada dunia yang dikemas dalam pembukaan Asian Games di Stadion GBK. Hal ini diharap akan menarik warga dunia untuk mengunjungi Indonesia dan modal sosial negara dibangun salah satunya lewat perhelatan Asian Games 2018 Jakarta-Palembang.

Ajang olahraga terbesar se Asia ini sangat menguntungkan bagi pengembang usaha pariwisata di Indonesia agar semakin gencar promosi dan memperbaiki tempat wisata di Indonesia agar pendapatan semakin meningkat. Dan yang terpenting adalah pendapatan devisa negara akan bertambang apabila banyak pelancong luar negeri yang berwisata ke Indonesia.

Aditya Ramadhani Pratama, Mahasiswa Sosiologi, Universitas Trunojoyo Madura
Kelahiran Kabupaten Nganjuk.

Komentar

News Feed