ASN Abaikan ID Card, Inilah Akibatnya

  • Whatsapp

Kabarmadura.id/SUMENEP-Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sumenep meminta agar Aparatur Negera Sipil (ASN) dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) selalu memakai ID card dalam bertugas. Sebab, jika lalai maka pihaknya tidak segan untuk menggagalkan pencairan Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP).

Kepala BKPSDM Abd Madjid menjelaskan, semua ASN yang ada di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep akan mendapatkan TPP setiap bulan dari pemerintah. Kecuali ASN yang abai terhadap program ID card.

“Itu sudah sistem, jika mereka lalai memakai ID card maka akan gagal mendapat tunjangan. Terserah mereka mau disiplin atau tidak,” katanya, Selasa (24/9).

Pemberian TPP merupakan bentuk rangsangan dan motivasi agar para aparatur lebih maksimal dalam melakukan pengabdian terhadap negara.

Ia mengakui pihaknya tidak merumuskan sanksi khusus bagi yang melanggar aturan ID card ini. Jadi, sifatnya tidak wajib.

“Memang tidak ada kewajiban untuk memakai ID card. Bahkan bila tidak memakai secara sengaja tidak ada hukumannya. Tetapi TPP-nya nanti yang terancam,” imbuhnya.

Mantan Kepala Satpol PP Kabupaten Sumenep tersebut menyampaikan, tidak ada pembaharuan ID Card. Bahkan data terbaru dari program tersebut masih sisa tiga tahun yang sudah berlalu.

“Gak ada anggaran untuk saat ini, itu kan sudah dari tiga tahun yang lalu, yang CPNS masih belum,” pungkasnya.

Untuk diketahui program Smart ID Card diluncurkan oleh Pemkab Sumenep bersamaan dengan sistem informasi absensi pegawai (Sigap) online pada 11 Mei 2018 silam. ID card tidak hanya berfungsi sebagai tanda pengenal, tetapi juga sebagai instrumen peningkatan disiplin aparatur, meningkatkan kemudahan akses dan pelayanan administrasi kepegawaian, yang dipadukan dengan fungsi perbankan. (ara/pai)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *