ASN di Sampang Keluhkan Pengurangan TPP

  • Whatsapp
KM/Dokumen

Kabarmadura.id/Sampang-Besaran tambahan penghasilan pegawai (TPP) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sampang, pada tahun 2020 mengalami pengurangan.  Alhasil, pengurangan pemberian TPP itu dikeluhkan oleh para ASN.

“TPP yang saya terima kali ini berkurang lumayan banyak dari biasanya, sebelumnya saya menerima TPP kurang lebih Rp3,8 juta, tapi sekarang hanya Rp2,6 juta, berkurang sekitar Rp1,2 juta,” keluh salah seorang pejabat yang enggan disebut namanya, Selasa (17/3/2020).

Bacaan Lainnya

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang (Kabid) Mutasi Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sampang Arief Lukman Hidayat menerangkan, pengurangan TPP ASN berdasarkan surat Mendagri Nomor 061/14/089/SC, dimana di dalamnya disebutkan, pemberian TPP kepada ASN di daerah untuk anggaran tahun 2020 tidak boleh melebihi alokasi anggaran tahun sebelumnya.

Dirinya mencontohkan, semisal pagu TPP di Kabupaten Sampang pada tahun 2019 sebesar Rp44 miliar hanya untuk 7 bulan, tetapi sekarang Rp44 miliar itu untuk 14 bulan. Oleh sebab itu, secara otomatis TPP setiap ASN berkurang.

“Jadinya anggaran yang  sebelumnya hanya untuk 7 bulan ini, harus dibagi menjadi 14 bulan, jadinya TPP setiap ASN ini berkurang,” terang pria yang akrab disapa Yoyok itu.

Lanjut dia, Berdasarkan keputusan Permendagri Nomor 061/5449/2019 menyebutkan, ASN yang tidak masuk kerja akan dilakukan pemotongan TPP sebesar 3 persen. Sementara untuk penentuan nominal TPP, pihaknya mengaku ada rumusan tersendiri yang diatur melalui peraturan bupati.

“TPP kali ini tidak hanya berkurang, tapi juga bisa dipotong jika yang bersangkutan tidak masuk kerja,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Sampang Saryono menegaskan, pemberian TPP tahun ini dipastikan lebih kecil dari tahun sebelumnya.

Hal itu mengacu pada ketetapan yang sudah ditentukan oleh Kemendagri, bahwa TPP tahun 2020 ini tidak boleh melebihi besar nominal dari tahun 2019 lalu.

“Kami terus berkoordinasi dengan BPKPSDM setempat agar TPP ASN bisa dicairkan semua, karena sekarang masih ada yang belum dicairkan,” singkatnya. (sub/pin)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *