oleh

ASN Pelaku Pencabulan Bisa Dipecat, Ini Kata Inspektorat

Kabarmadura.id/Bangkalan-Aksi pencabulan yang dilakukan oleh oknum guru di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Trogan, Kecamatan Klampis menuai kecaman. Pasalnya, tersangka selain bekerja sebagai guru juga berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN). Meskipun demikian, belum ada sanksi khusus dari Inspektorat Kabupaten Bangkalan.

Menanggapi hal tersebut, Inspektur Inspektorat Kabupaten Bangkalan, Joko Supriyono mengatakan, pihaknya masih menunggu petunjuk dari Polres Bangkalan.

“Saya belum mendapat informasi baik dari pihak kepolisian ataupun pihak Disdik Bangkalan. Kita tunggu proses hukumnya dulu,” ujarnya.

Selain itu, mantan Kepala Bagian (Kabag) Perekoniman Setkab Bangkalan ini mengungkapkan, akan melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan Bupati Bangkalan. Sebab, sanksi yang akan diberikan nantinya masih menunggu persetujuan dari Bupati.

“Belum bisa kita melakukan tindakan, belum bisa berbuat apa-apa. Belum ada juga perintah dari pimpinan (Bupati, red),” ungkapnya.

Sementara itu, sanksi apa yang bakal diberikan kepada pelaku, Joko menyampaikan, bisa jadi ada pemecatan dan pencabutan statusnya sebagai ASN. Masih menurut Joko, sanksi tersebut bisa diberikan jika pelaku dijatuhi hukuman lebih di atas 4 tahun penjara.

“Kalau hukumannya di atas 4 tahun, bisa saja diberhentikan,” ucapnya.

Di tempat terpisah, Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan menyayangkan aksi guru tersebut. Sebab, menurut Bambang, seharusnya guru bisa memberikan contoh yang baik kepada muridnya. Bukan malah menjadi panutan bagi murid-muridnya. Kepala Disdik Bangkalan Bambang Budi Mustika mengungkapkan, telah berkoordinasi dengan pihak Koordinator Wilayah Kecamatan (Korwil) beserta sekolah dan para wali murid.

“Kita sudah berkoordinasi agar kejadian ini tidak terulang kembali,” ungkapnya.

Masih menurut Bambang, untuk mencegah kejadian serupa, dirinya telah melakukan edukasi dan sosialisasi baik kepada wali murid dan para guru di Bangkalan. Bahkan, ia mengatakan, dalam setiap pembelajaran telah disiapkan antisipasi kepada murid melalui pendidikan karakter.

“Sudah sering kita lakukan sosialisasi, untuk pencegahan dan antisipasi sendiri. Setiap pembelajaran sebenarnya sudah kita berikan pelajaran pendidikan karakter kepada murid,” tukasnya. (ina/pai)

Komentar

News Feed