ASN RS Abuya Diminta Diproses, Komisi I Ancam Lapor KASN, GPMS Akan Turun Jalan

  • Whatsapp
NAKAL: Komisi I DPRD Sumenep saat memanggil Dinkes, Inspektorat dan BKPSD Sumenep tentang ASN RS Abuya yang diduga bolos berjemaah.

KABARMADURA.ID;SUMENEP-Setelah Komisi I DPRD Sumenep mendapat laporan ASN RS Abuya yang bolos berjemaah, secara tergopoh-gopoh Inspektorat dan BKPSDM Sumenep melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kepulauan.

Namun hasilnya, kendati ditemukan berbagai dugaan pelanggaran yang fatal, namun ASN yang bolos terbebas dari sanksi. Hanya diminta supaya melaksanakan tugasnya.

Menyikapi hal itu, Koordinator Gerakan Peduli Masyarakat Sumenep (GPMS), Andi Holis, meminta supaya ASN tersebut diproses sesuai aturan.

Apalagi, lanjut Andi, sudah ada pernyataan dari Inspektur Sumenep Titik Suryati, bahwa jika ASN RS Abuya diproses akan berakibat fatal pada banyak hal.

“Harus diproses, tidak ada alasan untuk tidak memproses. Jangan sampai dilindungi. Apa karena ada anak pejabat dan anak mantan pejabatnya sehingga tidak diproses,” tandasnya.

Dikatakan Andi, itikad baik yang dilakukan Pemkab Sumenep dengan meminta semua ASN RS Abuya untuk melaksanakan tugasnya sudah benar. Namun hal itu justru menyurutkan proses pelanggaran yang dilakukan sebelumnya, yakni sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

“Jika memang sudah bertugas, sejak disorot oleh Komisi I dan media, bukan berarti pelanggaran yang dilakukan sebelumnya tidak diproses,” katanya.

Diyakini Andi, baik Inspektorat maupun BKPSDM Sumenep, mengantongi bukti-bukti pelanggaran ASN tersebut. Jika tidak ada, Andi menyebut tidak mungkin ada pernyataan dari Titik Suryati bahwa jika diproses akan habis semuanya.

“Kami akan turun jalan, supaya diproses. Karena, kenakalan ASN yang bertugas sudah menjadi rahasia umum. Kalau itu dibiarkan, akan menjadi contoh buruk bagi ASN kainnya. Tapi kalau diproses, itu akan akan menjadi efek jera dan pembelajaran bagi semua ASN,” paparnya.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Sumenep Mohammad Hanafi menyampaikan, jika hal itu terus dibiarkan dan para ASN RA Abuya tidak bertugas ke kepulauan, bukan tidak mungkin pihaknya akan maloorkan hal tersebut ke KASN.

“Itu jangan sampai didiamkan begitu saja. Kalau tidak, kita yang akan ke KASN jika para ASN itu masih belum menjalankan tugasnya di kepulauan,” ungkapnya.

GPMS juga berencana untuk melaporkan hal tersebut ke KASN, berikut OPD terkait yang tidak memproses dan terkesan melindungi ASN yang tidak menjalankan tugasnya.

Sebagaimana disampikan Inspektur Sumenep Titik Suryati yang di luar dugaan, jika diproses, ASN di RS Abuya yang bolos  akan berdampak luar biasa terhadap banyak hal.

“Karena kalau endingnya kita memproses dan sebagainya, habis semua,” katanya.

Bahkan, lanjut wanita dengan sapaan Yatik ini, pihaknya melaksanakan sidak ke RS Abuya dan ditemukan kelemahan-kelemahan. Bahkan setelah mempelajari surat tugas yang dikeluarkan untuk ASN, juga ada kelemahan.

Kemudian Yatik mengajak supaya hal itu disudahi dengan tidak memproses kasus tersebut, karena akan berakibat fatal. Namun Yatik enggan menyampaikan secara detail maksud fatal.

“Saya pelajari, banyak kelemahan di sana, terutama pemberian tugas dan sebagainya, kalau itu dibeberkan, tidak bisa sudah,” akunya.

Reporter: Moh Razin
Redaktur: Fathor Rahman

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *